Jeddah, 2 Febuari 2017. Kami terbang menuju kota Amman, ibukota Jordania. Tiba di Bandara Queen Alia kami dijemput pihak travel yang membantu VOA (Visa On Arrival) rombongan. Proses VOA kami selesai tak lebih dari 45 menit saja.

AMMAN – JORDAN.

Amman adalah ibu kota Yordania. Luas wilayah 1680 kilometer persegi. Jumlah penduduk hanya 4 juta jiwa (2015). Dibandingkan kota-kota lain di Timur Tengah, usia kota ini relatif muda, sebagian dibangun pada abad ke-20. Ada banyak hal menarik untuk kita berlama-lama di sini; Laut Mati, Wadi Rum, Petra, dan Jerash.

 photo ecae2e54-57d6-4284-b5e0-30b0e6d8c66f_zpsiufzbmgx.jpg

DEAD SEA.
Laut Mati, yang juga dikenal sebagai Laut Asin, adalah perairan berkadar garam sangat tinggi lokasinya di perbatasan Jordan, Palestina, dan Tepi Barat. Permukaan dan tepi Laut Mati berada 423 meter (1.388 kaki) di bawah permukaan laut, maka perairan ini menjadi elevasi terendah Bumi di darat.

 photo 16507848_10210358854800504_8564516173836380410_n_zpsmn7ln2ty.jpg

 photo 16684334_10210358850520397_6712185216429493669_n_zps5fdzwktq.jpg

 photo 16684168_10210382441070146_4866012195769436075_n_zpsysyoz66j.jpg

Wilayah Laut Mati telah menjadi pusat penelitian dan pengobatan kesehatan karena beberapa alasan. Kandungan mineral air, kandungan serbuk sari dan alergen yang sangat rendah di atmosfer, komponen ultraviolet radiasi matahari yang kurang, dan tekanan atmosfir yang lebih tinggi pada kedalaman yang sangat tinggi ini masing-masing memiliki efek kesehatan yang spesifik.

Mak Dewi langsung eksyen maskeran lumpur Laut Mati, yang mengandung mineral alam yang berkhasiat bikin kulit cantik awet muda.
 photo 16507896_10212175483122863_7778111436431765455_n_zpsute8iwph.jpg

Saya belanja masker dalam kemasan, dan setelah sampai Jakarta sudah beberapa kali pakai, cocok, kulit terasa lebih halus, kenyal dan lembut.

 photo lumpur laut mati_zps2uyeubow.jpg

 photo 16508213_10210358849040360_4320154055642316836_n_zpsslikn0sw.jpg

Dengan kedalaman 377 m (1.237 kaki) perairan hypersaline ini adalah yang terdalam di dunia. Perairan ini mengandung konsentrasi natrium klorida atau garam mineral 33.7%. Konsentrasi garamnya luar biasa tinggi, sehingga orang dapat dengan mudah mengambang di Laut Mati karena daya apung alami. Ikan dan tumbuhan laut tidak bisa hidup di perairan ini.

Sumber: http://twistedsifter.com/2012/06/10-things-you-didnt-know-about-the-dead-sea/Sumber: http://twistedsifter.com/2012/06/10-things-you-didnt-know-about-the-dead-sea/

WADI RUM.

Wadi Rum adalah lembah di gurun pasir Yordania yang luasnya sekitar 720 km2, lembah gurun ini pernah dijadikan lokasi syuting film Transformer dan Prometheus. Untuk mengarungi gurun ini anda dapat menggunakan jip, unta, balon udara atau microlight (semacam parasut). Jalur menuju kawasan ini merupakan jalur bebas hambatan yang membelah gurun.

Kata “Rum” diambil dari bahasa Arm yang artinya menanjak atau tinggi. Banyak ditemui bukit-bukit batu di sini menjulang. Pada kawasan lembah ini terdapat sebuah bukit batu bernama Jabal Rum yang ketinggiannya mencapai 1.700 m dari permukaan laut. Bukit ini merupakan bukit tertinggi kedua di Yordania.

 photo 16473101_10212187242456839_8306704217374368278_n_zpsimjyz5rk.jpg

 photo 16602426_10210332048610366_4283988738544435547_o_zpskvc5qbau.jpg

 photo 16708655_10210382560233125_385107195687866905_n_zps4ckp3rj7.jpg

Kawasan Wadi Rum banyak dihuni oleh Suku Badui, sebagiannya menjadi pemandu wisata. Mereka menyewakan tenda-tenda yang di dalamnya sudah terdapat tempat tidur dan lemari kecil, sedangkan kamar mandi atau toilet berada diluar tenda. Jika anda menyewa tenda untuk bermalam, maka suku badui menyiapkan makan malam dengan cara memasak yang unik. Biasanya mereka memasak zarb (daging domba muda atau ayam), setelah diberi bumbu zarb dimasukkan ke dalam gerabah tertutup kemudian di kubur di dalam pasir lantas atasnya diberi bara api, butuh waktu sekitar 2 jam agar hidangan ini dapat disantap.

 

 photo zarb3_zpsupr9nohm.jpg

 photo zarb2_zpsjuvmp07f.jpg

 

 photo 16487706_10210331984728769_491707106600235275_o_zpsarzimrx2.jpg

 photo 16463532_10210332011529439_92860572649831380_o_zpsaccva1ub.jpg
Sarapan selera saya, buah zaitun, salad, roti wijen, acar, dan hot-tea / teh arab.

Lansekap di Wadi Rum.

 photo 16708751_10210382559913117_2763511382833525196_n_zpsrdy5vbhj.jpg

 photo 16422330_10210332026809821_6517356779110888104_o_zpsndw4zqqw.jpg

 photo 16649052_10210358892361443_9131700525236431071_n_zps5wqfsdvw.jpg

 photo 16715945_10210382516232025_8460542684963129799_o_zpsnwgcop4k.jpg

Saat kami di sana, pada malam hari udaranya dingiiin banget. Lebih seru ketika sudah waktunya istirahat, listrik dimatikan total. No-electricity. Tantangannya waktu perlu buang air kecil, kalo henponnya nggak lowbat bisa pakai fungsi lampu torch. Tantangan kedua, toiletnya lumayan jauh, jalanan berliku dan bertangga. Tantangan ketiga, toilet 3 bilik, dan hanya 1 bilik saja yang airnya deras. Besok paginya ketauan deh, banyak yang nekad pipis di pojokan luar tenda. Aman lah ngga kelihatan, wong malam itu guellaaap sangat, palingan kalo pendengaran tajem mungkin sayup-sayup kedengeran bunyi kricik-kricik, wkwk.

 photo 16649287_10210358892641450_6650621627336522645_n_zpsrbd0jml7.jpg

 photo 16587189_10210382540752638_3276855849754694773_o_zpse56lrkqq.jpg

Sarapan heboh dengan pertanyaan siapakah yang jelang subuh nekad mandi jebyar jebyur? Bapak-bapak saling ledek saling “tuduh” yang bawa istri. Misteri belum terpecahkan hingga tiba di Jakarta pun belum terungkap siapa “tsk”nya. Hingga kopdar kedua di Mal Kota Kasablanka. beliau datang dan mengakui “perbuatannya” haha, pada malam itu kedinginan kebelet hadas-kecil, toilet jauh, tidak ada listrik, akhirnya “pepsi”lah di pojokan luar tenda, khawatir kecipratan najis maka mandilah beliau sebelum sholat subuh. Hayooo pada minta maap dahh sama para tertuduh, wkwk.

 photo 16602393_10210382523592209_9186414625183733115_o_zpsjka3cfgb.jpg

PETRA
The Lost City, julukan ini kerap diberikan pada Petra. Sebuah situs arkeologikal di Ma’an, Yordania. Tempat ini terkenal dengan bangunan arsitektur yang dipahat pada bebatuan serta sistem pengairannya.

Sejarah mencatat, dahulu Petra adalah ibukota Kerajaan Nabatean yang didirikan Raja Aretas IV pada 9 – 40 SM. Kala itu, Petra dikenal sebagai kota yang sulit ditembus musuh. Selain itu, letaknya di Lembah Wadi Araba membuat kota ini terhindar dari badai pasir.

Meski hidup di zaman kuno, masyarakat Petra terbukti telah memiliki peradaban dan pengetahuan tinggi. Hal itu terlihat dari peninggalan sistem pengairan kota yang sudah menggunakan teknologi pompa hidrolik.

 photo SAM_2694_1486431567042_zpsuqimyixp.jpg

Sayangnya, begitu Romawi menguasai Petra di tahun 106 M (setelah Perang Salib), kota ini perlahan menghilang. Sampai kemudian ditemukan oleh penjelajah asal Swiss, Johan Burckhardt pada tahun 1812, yang kala itu menyamar sebagai muslim. Diperkirakan, kota ini telah terkubur lebih dari 500 tahun.

 photo SAM_2683_1486431503278_zpsspbumnfz.jpg

 photo 16508503_10210382813679461_588928158724796304_n_zps83h9vdcz.jpg

Di samping kisah penemuannya yang membuat takjub, Petra juga tak luput dari jejak sejarah Islam. Petra terletak di antara gunung-gunung, salah satu yang tertinggi adalah Jabal Harun atau Gunung Harun.

Konon, di sanalah Nabi Harun AS dimakamkan oleh saudaranya, Nabi Musa AS. Kini, di Jabal Harun berdiri megah sebuah masjid dengan kubah putih yang ramai dikunjungi oleh wisatawan muslim dari berbagai penjuru dunia.

 photo 16716160_10210382662075671_1043017947229100884_o_zpslypsrton.jpg

 photo 16708268_10210382612034420_2083057204595889932_n_zpszri2kgqs.jpg