Bismillah,

ini adalah lanjutan cerita Umroh Backpacker Plus Al Quds Palestina.

Cerita sebelumnya bisa Klik di sini yaa…

4 Februari 2017.

Jam 8 pagi dari kota Amman, kami naik bus menuju kota Jericho melalui Allenby Bridge, perbatasan negeri Jordan dan Palestina. Sepanjang perjalanan kami berdzikir dan berdoa memohon pertolongan Allah agar diridhoi mengunjungi tanah suci para Nabi dan Rasul. Baitul Maqdis.

Saya hanya membawa koper kecil ukuran kabin. Sedangkan koper-koper besar kami titip di ART Hotel di kota Amman. Saya usahakan seringkas sepraktis mungkin bawaan bekal untuk mempermudah proses imigrasi yang amat sangat super ketat dan berlapis-lapis di perbatasan.

Petugas imigrasi melakukan random check-in. Paspor. Sepertinya sebagian mereka baper dengan nama-nama islami seperti Muhammad, Umar, Mansur. …. tapi karena sejak jauh hari sudah dibilangin tentang hal ini oleh tour guide, kami sabar menunggu dengan dzikir dan mendoakan bapak-bapak dan anak-anak yang sempfet “nyangkut” hampir 2 jam di pos imigrasi. Alhamdulillah semua lolos, lega… sehingga kami dapat melanjutkan perjalanan, naik bus menuju sebuah rumah makan di kota Jericho, untuk sholat dan maksi.

 photo IMG-20180625-WA0009_zpszkjzsm47.jpg

………..

Jericho diyakini sebagai kota tertua di dunia yang berusia lebih dari 10.000 tahun. Terletak di Tepi Barat Sungai Jordan, kota ini bahasa Arabnya disebut ARIHA, berada dalam wilayah teritori Negara Palestina.