Pernah kepingin anak saya memilih fakultas kedokteran, karena dari prestasinya di sekolah membuktikan dia mampu dan guru-guru pun mendukungnya…. tapi last-minutes ternyata dia punya pilihan lain dan ketika saya tanyakan alasannya, dia ceritakan apa saja yang bikin dia suka banget sama fakultas ekologi manusia jurusan ilmu gizi.

Youwis, saya restui…. bagi saya yang penting, dia bisa dpt lingkungan yg baik, dia nggak milih jurusan tsb krn “latah” tapi dia tauu apa yang dia tuju, dan tauu apa yang bikin dia betah nyaman selama njalanin prosesnya….

Sepekan sekali pulang, leyeh-leyeh di kamar ortunya, sambil cerita ngapain ajaa di kampus, praktikum masak apa, ketemu dosen2 dan tmn2 yg kekgimana, film-film yg dia tonton, dan… gimana bisa, salah liat jadwal ujian! Jiaaah πŸ˜€

Tahun ini, si bungsu akan masuk perguruan tinggi juga in syaa Allah…. pilihannya mantap ke Syariah, di Lipia, atau di Maroko, atau di Turki yang dosen2nya banyak dari negeri Yaman. …. Sempat ada rasa keberatan karena beberapa alasan, lamanya waktu belajar, lokasi yang jauh, dll. Tapi melihat antusiasme anak ini dan cita-cita besarnya, hati saya luluh, dengan memohon kepada Allah agar menjaga melindunginya dari hal-hal yang kami tidak inginkan, memudahkan segala urusannya dan mewujudkan cita-citanya dengan memangkas waktunya. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Sebulan sekali si bungsu pulang, kadang 2 pekan sekali, kadang tiap pekan tau-tau nongol di rumah, mentang-mentang sudah beranii pulang sendiri naik kereta nyambung taksi online. Abis mandi pastii menjajah kasur emaknya, haha… Gakpapa, orangtuanya juga kangen nyimak cerita si ceriwis segala yang terjadi di asrama, di kelas, di pembinaan MTQ, dan di jalanan. Kapan ya Dek, kita bisa umroh bareng berempat, sampai Masjidil Aqsha..? πŸ™‚

Saya nulis ini sambil nunggu menu maksi mateng… Dan sekarang sudah tercium harumnya masakan si sulung, makasih ya sayaang. πŸ™‚

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahmaan: 13.)