Sengaja saya belajar, terus menulis, berbagi informasi, berbagi rasa, berbagi harapan…. supaya:

1. Dapat dukungan para survivor.
Saya ngerasa perlu tambahan informasi dan tabayun, menyaring berbagai masukan. Fakta atau hoax. Alhamdulillah mulai pada nongol neh, keluarga dan pejuang-pejuang yang siap berbagi info valid, semangat, tips & trik menikmati setiap 2 pekan awal pasca masuknya obat.
Sebagian menjapri, beberapa berkomentar di postingan saya, langsung saya mintaa nomer WA-nya. Seru bangeet ngobrol sama survivors. They make me LOL. πŸ˜„πŸ˜…

2. Orang-orang yang penakut seperti saya, mulai berani berpikir ambil pengobatan jalur medis.
Siniih gue temenin, mumpung gue juga baruu, kan lebih nyaman kalo ada barengan, bisa berbagi, ada yang memahami sikon kita.

3. Keluarga handaitaulan ikut belajar memahami harapan-harapan pasien… Bukan sebaliknya: pasien yang dituntut harus paham, nurut maunya orang2, haha curcol sik? πŸ˜‚πŸ˜‚

Mostly (tapi tidak semua)…. orang yang sedang kemoterapi, emosinya up & down unpredictable. Perasaannya berubah jauuuh lebih halus tipis sensitip, cenderung menarik diri dari pergaulan….
Teman2 dan keluarga emang jadinya kaya serba salah…. Misalnya “salah pilih kata” dikiit, intonasi tinggi dikiit, langsung Baper. …. Kalo mau berkunjung atau menawarkan bantuan, enaknya juga minta ijinnya dulu kalik ya… ditanya dulu, sukanya gimana.

Kalo datengnya rame2, pastikan fokus obrolan kita dominan perhatian ke pasien, dukung keputusannya, pilihannya, pahami keluhannya. Jangan tergoda menasehatinya. Gak mempan. Malah bikin bad mood. Dan besoknya dia jadi enggan dikunjungi. Bahkan enggan menjawab pesan / panggilan telepon. Usahakan bikin mereka tersenyum, tertawa, mereka lebih butuh itu.

Makanya jangan hairan dengan respon saya, kadang manis kayak es krim vanilla, kadang sepet acem kayak mangga setengah mateng, kadang pedes kayak cabe rawit orens. Semoga hadirin sabar dan lebih memaklumi, hehe…

Dah yaa, semoga bersedia, paham, gimana cara berempati yg lebih nyaman, bukan dengan maksain cara lama dgn alasan “enggak tahu caranya berempati” …. saya sudah sharing ulang beberapa contoh harapan mereka.

Ada yg gak suka, ditawarin jualan herbal MLM.
Ada yg gak suka, ditawarin asuransi.
Ada yg gak nyaman, disuruh sabar, istighfar, karena boleh jadi sabar dan istighfar mereka lebih banyak dari pada yang nyuruh…. sejak mereka terima penjelasan dokter dari hasil uji lab, menghadapi pengobatan yg super mahal dan efeknya panjang mempengaruhi fisik dan mental….. kalau tidak ada iman, tidak sabar, tidak ikhlas, tidak disertai istighfar dan dzikir panjang, bisa jadi akan menempuh jalan pintas – Naudzubillahi min dzalik.

Jangan sampai, mereka malas berbagi rasa, karena kita senang nyuruh2 mrk Sabar & ikhlas, akhirnya mereka tahan semua rasa, ditahan, ditahan, yaaa resiko penyakit nyebar kemana-mana deh….

Bisa jadi besok-besok kita punya sodara, tetangga, atau orang yang kita paling cintai, atau giliran kita yang Allah pilih dilimpahi kasihsayang-Nya dengan beragam ujian-keimanan, yang kita merasa butuh satu hal: berbagi rasa.

Dari hasil nyimak obrolan hati ke hati, saya simpulkan sedikit harapan ……

1. Dengarkan saja, jangan potong dengan kalimat empati atau nasehat. Dengarkan, simak, beri “umpan” hingga beban rasa itu terbang lepas bebas.
2. Obrolin passion: hobi, keluarga, anak-anak.
3. Hibur, kirimi gambar lucu, video lucu, anekdot, inspirasi motivasi segar yg bikin senyum.
4. Ceritakan pengalaman kawan atau sodara yang mengalami ujian yg sama, dan survive… ceritakan bagaimana ikhtiarnya, tapi jangan paksa melakukan yang sama, cerita hanya sebagai tambahan informasi.
5. Ucapkan doa yg detil, semoga mereka dilimpahi kesembuhan tuntas, kemudahan segala urusan, keridhoan Allah, dsb.
6. Kunjungan berkala, banyakin senyum, datang sebentar aja pun akan sangat besar pengaruhnya, sebagai suplemen semangat. Buatlah mereka tersenyum. Tertawa.
7. Kirimi buku, novel, makanan, logam mulia. #ehh

Anyway….
Saya nggak maksa yaaa.. Yang penting saya sudah kasihtau.
Mau ngeyel?
Contohin kami, jadilah Teladan Sabar bagi kami…
Doakan kami… karena Doa ituu ungkapan simpati dan empati Terbaik…
Doa itu, kekuatan yang sangat dahsyat, lebih efektif, mampu menembus ‘arsy… melembutkan hati…
Semoga Alloh melimpahkan petunjuk-Nya utk kita semua, aamiin.
.
.
.
Menulis, melepas rasa, memeluk asa.
Mohon maaf lahir batin. Mohon doanya. Jazakumullahu khairan.