Persiapan ruhiyah sebelum kemoterapi itu amat sangat penting banget. Pekan lalu adalah masa haid saya, hanya ngandelin dzikir dan doa saja ternyata tidak cukup bisa mengendalikan rasa cemas takut yang lebay di hari H kemo kedua. Terjadilah banyak kejutan drama. Mulai gagal masukkan jarum infus, pembuluh bengkak, sampe saya merengek, “Ya Allaaaaahh tolongin dooooung, kuatin vena saya, temenan kompakan ama jarum infusnya..”

Waktu kemo pertama tgl 12 Mei, jarum infus langsung berhasil masuk vena tanpa perlawanan. Saya ingat, sebelum diinfus, sempat solat 2 rakaat. Jadi ketika diinfus, masih dalam keadaan berwudhu. Perasaan saya saat itu sangat rileks. Santai.

Kemo kedua 2 Juni 2018.
Alhamdulillah tusukan kedua baruuu … berhasil.
15 menit pertama masuk cairan elektrolit dulu. Kemudian lampu mulai dimatikan, tirai jendela ditutup. Kamar gelap. Untuk baca Quran mushaf sebesar apapun, sulit.

Perlu diketahui, obat kemoterapi tidak boleh kena cahaya, karena bisa mengurangi manfaatnya atau rusak obatnya.

Sambil rebahan supaya lebih rileks. Tapi belum 5 menit cairan obat pertama masuk, saya merasakan…. sengatan rasa panas di punggung, gatal bentol di kulit tangan kaki dan perut. Hingga sakit dada dan sesak napas. Rusuuuh dahh kamar 508 diserbu suster dan dokter. πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Tensi 130/95. Nadi 100, 103, 105… saya berusaha batuk-batuk supaya lebih enteng bernapas. Takut, panik, hampir histeris. Infus diStop beberapa menit.

“Kendalikan dirimu Fi, ambil tablet, baca Quran, baca Quran..” seperti mendengar ada Fifi lain yang bicara sama diri saya.

Saya ambil tablet, nyalakan aplikasi Quran, ubah setelan cahaya yang paling minimal asal hurufnya terbaca. Posisi duduk saya menghalangi obat kemo dari cahaya tablet Saya paksa tilawah, dengan suara jahr… dan infus obat dilanjutkan.

1 juz… 2 juz… 3 juz…. kecapekan… nggelosor… pules…. terbangun ketika suster memeriksa saya. Alhamdulillah tensi normal, nadi normal, napas lebih panjang, gatal bentol di kulit hilang tak berbekas.

Habis parno terbitlah lapar. Ngabisin bekal 600ml jus buah ama ampas2nya. Jatah makan sore dari RS , plus cemilannya, ludes tak bersisa. Masih jugaa ngganyem kacang almond. πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ sambil senyum2 ngeliatin suami yang ifthor. Ngasih kode, pingin nyicipin nasgor dia juga, haha πŸ˜›

Makasih inspirasinya & motivasinya…. uni Pipin Zulfikara , mbak Bien Kartika Binakasih , dokter Lidya Fitriyanti …. terima kasih doanya, dukungan semangat sdr2 jamaah WA wa fesbukiyah….. Alhamdulillah kemoterapi kedua saya, happy ending. ❀

#secondlife #chemotherapy #family #friends #support #much_love #much_pray #much_laugh #staypositive