Sambil nemenin suami makan mendoan…..

Sambil ngeliatin foto2 kiriman gadis2ku yg lagi pelesiran…..

.
.
Saya seneeng dikunjungi. Seneeng ditanya2. Seneeng dirubungin orang2 lucu, gokil, asyik. Dirubungin? Emang laler?

Saya juga welcome, bukan keset tapinya…..
Maksudnya, okay ajaa nerima dukungan dalam bentuk apapun. Pantang nolak rejeki.

“Fii… mau dibawain, ini, ga…. mau itu, ga…”

Mauuuu…. saya mahh orangnya “mau”-an. πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Sejak saya diamanahi Cancer, banyaaakk banget “malaikat” yg Allah kirim dalam hidup kami. Maka…. ketika mendengar kabar seorang kawan diamanahi ujian yg sama, saya tergerak untuk mensupport beliau.

Tapi….
Lain ladang lain belalang.
Lain lubuk lain ikannya.

Beda orang, beda latarbelakang, beda kebiasaan, beda cara dan gaya.

Ketika saya mau berkunjung ke rumah pasien, atau ingin menawarkan bantuan, saya pasti… minta ijinnya terlebih dulu. Dengan kalimat yang sangat ….hati-hati.

Ketika berniat menyodorkan bantuan pun, atau sharing masukan apalah-apalah… saya berusaha dulu, meluruskan niat, nothing to loose, diterima syukur, ditolak juga jangan baper. Karena kebutuhan dan sikon orang memang berbeda-beda.

Kalo teman2 gimana?