Manusia… memang salah satu tabiat dasarnya, berkeluh kesah. Sesekali, dua kali, tiga kali mengeluh, menurut standar saya sih manusiawi ya. Wajar banget lahh. Etapinya standar orang boleh beda-beda, sigh…

Kalo mau jujur, setiap kita pasti ada masa-masa hanya ingin didengarkan… Kalo mau jujur, sebagian dari kita pasti merasa kadang butuh teriak, menangis, sebelum akhirnya tersungkur sujud mengiba kepada-Nya.

Mungkin sebagian kita menganggap, menangis itu cengeng, tidak sabar, tidak tegar, payah. Saya berbeda pendapat dalam hal ini. Menangis lahh jika itu akan membuatmu lega, dan kuat keesokan harinya. Saya merasa nggak perlu terlihat sok-kuat. Apa adanya, aja.

Kalo mau jujur, setiap kita pasti pernah merasa butuh, menceritakan masalah kepada sesama manusia, dengan harapan mendapat inspirasi jalan keluar yang win win solution. Hanya saja ini beresiko, sharing kepada salah orang, bukannya solusi yang didapat, tapi malahan.. sampah. πŸ˜‚πŸ˜‚

Ya, jadikan pelajaran saja di kemudian hari. Liat-liat orangnya. Biasanya, orang yg pernah mengalami hal yg sama, akan lebih mudah berempati dan memberikan ide solusi praktis. Atau.. orang-orang sholih yang kenyang ujian hidup, biasanya, akan merespon dengan ilustrasi-ilustrasi yang indah, hingga kita bisa menemukan sendiri solusi bagi masalah kita. Boleh jadi, itulah jawaban dari doa-doa kita.

La haula wa la quwata illa biLLah.
Fifi Sabarnova Istighfarlagina Sofida.