Kita akan semakin bersemangat membaca Al Quran ketika kita juga senantiasa meningkatkan wawasan ber Al Qur an..*belajar tajwid, tahsin, nahwu shorof, tafsir Qur an de es be… Ini adalah tulisan sebelas tahun lalu.

Dan kemarin terbarui lagi ketika mendapat tausiyah ustadz Abdul Aziz Abdurrauf. Bahwa kita bisa istiqomah dengan al quran ketika kita bisa jatuh cinta.

Orang bilang jatuh cinta karena biasa. Witing tresno jalaran seko kulino.

Ya ada benarnya sih, namun ternyata lebih benar lagi witing tresno jalaran soko donga. Jatuh cinta tersebab karena doa.

Jadi sesering apapun kita berusaha berdekat-dekat namun melupakan doa, maka akan sulit untuk bisa cinta. Karena cinta kita pada al quran adalah ‘hidayah’. Petunjuk Allah. Maka justru mintalah dengan sungguh-sungguh, ‘Ihdinashshiratahalmustaqiiiiim’, disertai terus mendekat dengan quran, orang-orang yang cinta quran, dan majelis-majelis yang disitu belajar serta mengajarkan al quran.

Dalam kajian ustadz Salim A Fillah disebutkan, bahwa salah satu tanda doa ihdinashshirathalmustaqiiiim kita Allah kabulkan, adalah ketika kita semakin ingin tahu, belajar apapun dari al quran, memahami dan mengamalkan isinya. Jika belum tergugah perasaan semacam itu, bisa jadi Allah belum menginginkan kita menjadi baik, nauzubillahi mindzalik. Dan kita seharusnya menangisi keadaan ini. :'( #ntms.