Kemarin siang ngobrol asyik dengan seorang sahabat semasih berseragam putih abu. Mulai kegiatan sehari-hari, domestik, outdoor, cita-cita, anak-anak, kuliner, kajian-kajian islam, hingga yang paling seru.. politik. He he. Kita punya teman yang (menurut pemahaman kita berdua lohh), lebay banget analisa-analisa politiknya. Kayak dia intel, yang paling tahu rahasia negara. Padahal, aleg bukan, caleg bukan, kader partai juga bukan.

Standar kami berdua. Tauhid itu yang utama. Hidup, untuk mengabdi kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, yang tertuang dalam Kitab Suci Al Quran Karim dan sabda-sabda utusan terakhir-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sekuat sejauh yg kita mampu lakukan.

Kami meyakini…. Segala sesuatu terjadi atas kehendak atau seijin Allah. Baik yang terjadi karena takdir mutlak, sudah tertulis di Lauh Mahfudz, atau pun takdir yang terjadi karena pilihan dan ikhtiar kita sendiri.

Kami meyakini…. semua takdir itu, Baik.

Dunia ini hanya sementara. Sebentar banget. Kalau senang, gak selamanya. Kalau sengsara pun, gak selamanya. Paling lama, umumnya, palingan 60-65 tahun saja. Setelahnya? Nahh ituu yang Penting.

Dunia ini hanya permainan. Jangan sampai, passion kita pada tujuan-tujuan yang nikmatnya fana, hanya utk dibanggakan di hadapan manusia, kemudian melenakan kita, membengkokkan Tauhid kita.
Jangan sampai, qadha dan qadar Allah malah membuat kita berputus asa dari rahmat-Nya… Naudzubillahi min dzalik.

Nasehat untuk diri saya sendiri. Hidayah iman islam itu, harus terus menerus diminta, ini doa yang utama. Kedua, ilmu itu harus dicari, diamalkan, diShare, untuk tujuan meraih kecintaan Allah.

Ketiga. Sering-sering lahh belajar mengingat kematian dan dahsyatnya Hari Pengadilan Akhir, ini dapat melembutkan hati, lebih mudah berempati kepada kaum dhuafa, tertindas, terzalimi.

Keempat, jadikanlah qadha dan qadarullah (takdir) itu penambah motivasi bertaubat, menginspirasi berbuat lebih banyak lagi kebaikan, nyata, bukan hanya utk mengubah keadaan lebih baik. Tujuan besarnya utk bekal fase hidup yang kekal nanti.

Kelima, ikhtiar demi ikhtiar adalah jalan sunnah (memang seharusnya) dilakukan untuk mencapai tujuan impian cita-cita, dan niatkanlah utamanya utk meraih ampunan dan keridhoan Allah. ….. sedangkan hasilnya tetap hak prerogatif Allah. Kalau hasilnya sesuai dengan harapan kita di dunia, itu adalah Bonus. Atau malah Ujian.

Alhamdulillah, ma syaa Allah tabarakallah Sefa Firdaus ….. saya belajar…. saya belajar.