.

Bekal.

.

Suami dan saya daftar haji regular, di pertengahan tahun 2011, setelah lebaran. Tapi kami membangun impian bersama dan serius ikhtiar nabung sejak 2008. Buka tabungan haji di Bank Muamalat, waktu itu setoran awal Rp 2,5juta, berikutnya tiap bulan minimal setoran Rp.500.000

Lumayan rajin mengikuti pengajian dari masjid ke masjid, dari majelis ke majelis. Apalagi yang temanya haji atau umroh. Pernah beberapa kali duduk nyimak Kajian Tafsir Al Hikam Aa Gym, doa penutupnya minta diundang haji, wuuuhh saya nangiss sesenggukan. Sholat berasa kayak nyium dinginnya ubin Masjidil Haram, kayak nyium wangi karpetnya Masjid Nabawi, padahal kan belum pernah…. halusinasi, kali?

Sejak saat itu tiap hari saya usahakan sholat dhuha dan sholat malam, minta dimampukan dicukupkan disegerakan menunaikan haji pada waktu terbaik dan dalam keadaan terbaik.

Kamar dan ruang tamu, saya pasangin poster gedee Masjidil Harom yang ada Ka’bah-nya, dan poster Masjid Nabawi. Laptop dan henpon, saya pasang wallpaper gambar dua masjid tsb. Dream book (buku impian), seeing saya tulis ulang, baca ulang, doain ulang.

Tetangga atau sodara atau teman yang mau berangkat umroh atau haji, saya usahakan anterin ke bandara/embarkasi, atau saya tambahin bekal apalah-apalah, atau bila tidak memungkinkan setidaknya saya doakan Semoga Hajinya Mabrur / umrohnya maqbul.

.

Setelah confirmed nama kami terdaftar di calhaj 2018 barulah kami mencari KBIH, kelompok bimbingan haji Indonesia. Awalnya sempfet memilih KBIH Quwais (Bekasi) karena ada barengan, tapi akhirnya pindah ke DDII (Dewan Dakwah – yang di Kramat Sentiong) karena alasan jarak dekat dan pengalaman KBIH DDII sudah 25 tahun membimbing jamaah haji.

Sebetulnya bisa saja, setelah mendaftar tahun 2011 itu kita langsung nyari KBIH, konon keuntungannya bisa dibantu dipercepat keberangkatannya. Wallahu’alam.

Menunggu 7 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Kami manfaatkan untuk mencari lebih banyak ilmu, mengamalkannya, berusaha memantaskan diri menjadi tamu undangan-Nya. Mulai dari “beresin” dulu sholat wajib, ontime. Tambahin sholat sunnah. Tambahin target baca Quran, belajar benerin bacaan, gabung kelas Tahsin, Tafsir, Tahfidz, kursus bahasa Arab, ikutan komunitas ODOJ, memperbanyak istighfar dan sholat taubat, memilih lingkungan, berusaha istiqomah mengamalkan isi Quran dan Hadits, sebatas kemampuan.

.

KBIH DDII menyelenggarakan manasik haji tiap Sabtu, sebanyak 10x pertemuan, sejak 10 Maret 2018. Delapan di aula Masjid Al Furqon. Dua pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede.

Ada satu pesan Ustadz kami yang saya ingat:

Bu-ibuu, pak-bapak, bawa bekal eSssssss … yang banyaaakk yaaa, he he he.

Sabar. 😄

 photo 05-09-39-bekal-akhirat_zpseiiwuzsr.jpg

.

Bekal Teknis.

Baju, total 6 stel. Yang 2 stel saya pisahkan untuk Armina (‘arofah – muzdalifah – mina). Setelan yg saya maksud adalah, gamis cutting umbrella dan khimar / hijab instan ukuran super jumbo / atasan mukena polos dan kaos kaki. Praktis buat wara wiri dan ibadah.

.

 photo IMG_20180828_041034_zpswcjkpaac.jpg

.

Khimar ekstra dan kaos kaki ekstra masing-masing 2 lembar/pasang.

Mukena 2 pasang. Buat sholat di kamar.

Sajadah tipis, 2 lembar juga. Kalo yang satu kotor, dicuci, masih ada satunya lagi.

Kosmetik seperti sabun, sampo, deodorant dan sunblock non perfume (tidak mengandung wewangian) khusus untuk ihram. Saya beli produk Wardah ada paketan khusus utk umroh/haji. – beli online.

Disposal Panty (celana dalam kertas) saya siapkan untuk 45 hari.

Pantyliners, juga saya siapkan utk 45 hari.

Tisu basah dan waslap basah dalam kemasan, yang non perfume, untuk selama di Armina. – beli online.

Ember lipat, buat cuci baju. Beli online.

Sandal utk di dalam kamar.

Sendal utk di luar kamar.

Kantong plastik kresek. Untuk berbagai keperluan.

Quran, buku dzikir, buku manasik, buku agenda kegiatan.

Piring lipat, gelas lipat, beli online.

Pelembab kulit.

Keperluan MCK (sabun, sampo, odol, handuk, dsb) untuk selama di hotel.

Selendang identitas KBIH.

Seragam haji Indonesia.

Sangat penting: Handuk kecil dan Kanebo, untuk dibasahi air-es ketika di Armina.

Masker, penutup hidung & mulut.

Kacamata anti-UV, botol spray kosong untuk diisi air-es untuk semprot-semprot kulit.

Botol minuman, plastik, saya bawa 4. Buat diisi air zamzam.

Kain Bali untuk di Armina, lapisan buat tidur di atas karpet berdebu.

Multivitamin supplement obat-obatan, seperti: Paracetamol, oralit, vermint, ester-C, Theragran-M, Neurobion, Voltaren, minyak kayuputih, minyak zaitun, madu.

.

 photo IMG_20180828_040941_zpsejst6yuq.jpg

.

Bekal Khusus.

Karena status Ca saya HER2++ maka pemberian Herceptin / Trastuzumab harus tetap dilanjutkan. Berbekal resep Dr Findy Prasetyawaty KOHM, kami memesan Herceptin SC 600ml melalui Bagian Farmasi RS Mitra Kemayoran, sebanyak 2 box, untuk disuntikkan (subcutan) tanggal 25 Agt dan 15 Sep.

Sejak akhir Juni saya sudah membuka komunikasi dengan Dr Riny Julianty, dokter Kloter JKG 59, mengenai status kesehatan saya. Akhirnya Dr Riny menghubungi langsung Dr Findy untuk meendapat keterangan medical record saya dan bagaimana treatment-nya.

herceptin photo 2Q_zpsq6hrc4fp.jpg

Saya bawa 2 box Herceptin disimpan dalam cooler box yang sudah dipenuhi ice pack untuk menjaga suhu tetap 2-6° Celsius.

cooler box photo 13-44-55-puku-cooler-box_zpswmofruac.jpg

Waktu di Embarkasi ketika mau naik bus ke bandara sempat ditanya-tanya petugas maskapai, karena jumlah bawaan kabin saya melebihi dari yang dibolehkan (tas koper cabin size dan tas paspor). Lalu saya tanyakan solusinya ke Ketua Kloter. Beliau bersedia “ketitipan” cooler box ketika naik pesawat. Dan Tim Medis pun bersedia juga dititipin, just in case dipermasalahkan lagi. Alhamdulillah sampai masuk duduk di pesawat, aman sentosa nggak ada masalah.