Kamis pagi, 15 Nov 2018, jam 07.30 keluar apartemen menuju Istana Raja. Jarak dari penginapan kami sekitar lima kilometer, bisa ditempuh dengan naik bus no 2 atau 59. Tapi emakku penisirin pingin ngerasain serunya naik Tuk-Tuk.

 photo tuktukklasikakompasid_zpshwjs7emd.jpg

Baca selengkapnya.

Samping penginapan kami banyak Tuk Tuk lewat, saya setopin, pakai bahasa singkat aja: The Grand Palace. Saya ngomongnya gini: D’Gren Palas?
Abangnya minta 200 Baht, saya tawar setengahnya sambil pasang ekspresi acuh-acuh butuh. Alhamdulillah, deal. Emakku tersenyum berbinar-binar… naik Tuk Tuk.

 photo IMG_20181115_075655_zpsjuhen7zd.jpg

Suara mesin menderu-deru Tuk Tuk melaju meliuk menembus keramaian lalu lintas pagi hari di kota Bangkok yang 11-12 lahh dengan Jakarta… macetnya. 🙂

Kami turun di radius 200 meter dari pintu masuk The Grand Palace, jalan kaki sedikit sambil foto-fotoin emak di trotoar sisi luar istana.

 photo IMG_20181115_081506_zpslffde3io.jpg

Jam 8 pagi sudah ratusan turis yang antri, padahal istana dibuka pukul 08.30. Banyak juga anak sekolahan yang study tour ke sini.

 photo IMG_20181115_082525_zpsorztkgjp.jpg

 photo IMG_20181115_082711_zpse0gieu2z.jpg

Masuk Grand Palace kita perlu membeli tiket masuk harganya 500 Baht per orang. Ini adalah tiket terusan: Grand Palace, Museum Coins and Decorations, Vimanmek Mansion serta Ananta Samakhom Throne Hall yang berada di daerah Dusit. Jadi harga 500 Baht itu untuk 4 destinasi.

 photo 0e31691b-7634-4e6a-8688-12b4822aefb2_zpsurhsw54w.jpg

.

The Grand Palace.

Raja Buddha Yodfa Chulaloke (Rama I) memindahkan ibu kota Siam dari Thonburi di bagian barat Bangkok ke tepi Timur sungai Chao Phraya, dan ia menghendaki sebuah istana yang agung megah sebagai kediaman raja sekaligus pusat pemerintahan.

Istana ini dijadikan pusat pemerintahan Rattanakosin dan istana kerajaan sejak awal era wangsa Chakri hingga pemerintahan Raja Chulalongkorn (Rama V) yang lebih memilih untuk tinggal di istana Dusit, akan tetapi tetap menjadikan Istana Raja sebagai istana utama dan pusat pemerintahan. Kebiasaan ini diikuti oleh putra-putranya, (Rama VI danRama VII) yang lebih memilih tinggal di istana mereka sendiri. Raja Ananda Mahidol (Rama VIII) pindah ke istana ini sepenuhnya sekembalinya dari luar negeri pada tahun 1945. Akan tetapi sejak kematiannya yang misterius di salah satu bangunan di istana ini, penerusnya sekaligus adiknya, Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), memutuskan untuk pindah ke Istana Chitralada.

Meski kini tidak lagi dihuni oleh raja, tiap tahun istana ini masih digunakan sebagai tempat menggelar upacara dan ritual kerajaan. Upacara yang digelar di istana ini antara lain; penobatan, pemakaman, pernikahan, dan jamuan kerajaan. Di dalam kompleks istana ini juga terdapat kantor pemerintahan, seperti Kantor Sekretaris Pribadi Raja dan Institut Kerajaan Thailand. (Sumber: wikipedia).

 photo IMG_20181115_083904_zps1kxnc0fh.jpg

 photo IMG_20181115_083918_zpsh7etq7ik.jpg

 photo IMG_20181115_084034_zpsadn5taqa.jpg

 photo edc8e4f1-5fea-4bbf-9a3a-8cc2c594daf4_zpskea3wkfj.jpg

.

 

 

 photo IMG_20181115_103959_zpshsumvlo8.jpg

 photo IMG_20181115_092419_zpsiplhvngu.jpg

Aturan busana masuk Grand Palace:

  • Jika kamu wanita, tubuh bagian atas, bahu-dada-punggung-lutut harus tertutup.
  • Jika kamu laki-laki, pakailah kemeja berlengan, dan celana panjang semata kaki.
  • Dilarang memakai “you can see.”
  • Dilarang memakai celana sobek-sobek.
  • Dilarang memakai sandal.
  • Wajib bersepatu.

Berikut info untuk kamu yang mau singgah ke Grand Palace, Bangkok:
Alamat: Na Phra Lan Road (pintu masuk utama)
Tel: +66 2 222 8181
Website: palaces.thai.net/vt/vtgp

Transportasi:
Naik Chao Phraya Express Boat ke Ta Chang Pier (N9). Jalan kaki 10 menit, pintu masuk di Na Phra Lan Road (dekat taman Sanam Luang)
Jam Buka: 08.30 – 15.30 (setiap hari)
Tiket Masuk: 500 baht.

.

Wat Pho.
Tidak jauh dari Grand Palace ada satu kuil populer yang kudu dikunjungi turis. Kemegahan patung Buddha berlapis emas sepanjang 46 meter yang sedang berbaring, melambangkan Sang Buddha di Nirvana, sangat indah dan menakjubkan. Mata dan kaki patung Buddha ini dihiasi dengan mother pearl (kerang mutiara). Rangkaian mutiara di bagian telapak kaki terdiri dari 108 panel, yang menggambarkan ciri agung seorang Buddha.

Masuk Wat Pho ada tiketnya. 100 baht per orang, dan kita dapat menukarkan voucher dengan air minum kemasan botol.

 photo 8e7042ed-75f3-4c88-afb2-a3b4029f2241_zps22kyeitr.jpg

 photo IMG_20181115_111951_zpsu9b92qng.jpg

.

 photo IMG_20181115_113907_zpsg58g0aly.jpg

 photo IMG_20181115_113937_zpsirjjnphr.jpg

 photo 2cde50a8-3666-401b-8581-3a5cf54e89cf_zpsklcttugr.jpg

Nama resmi Wat Pho cukup panjang, yaitu Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm Rajwaramahaviharn. Dulunya adalah biara utama kerajaan, juga salah satu kuil terpenting di masa pemerintahan Raja Rama I. Nama Wat Pho akhirnya digunakan karena kuil ini dulunya adalah biara tua dari masa pemerintahan Ayutthaya, bernama Wat Phodharam. Makanya sampai kini masyarakat Thailand lebih populer menyebutnya sebagai Wat Pho.

Untuk menuju ke Wat Pho saat wisata ke Bangkok:
Alamat: Antara Sanam Chai Road dan Maharat Road, samping Grand Palace
Tel: +66 2 225 9595 / 2 622 0100
Website: watpho.com

Transportasi:
Chao Phraya Express Boat ke Tha Tien Pier (N8). Jalan kaki sekitar 250 meter menuju Thai Wang Road
Jam Buka: 08.00 – 17.00 (setiap hari)
Tiket masuk: 100 Baht (dapat sebotol air mineral).

.

Wat Arun.

Keluar dari Wat Pho kami berjalan kaki menuju dermaga, tempat ferry tujuan Wat Arun, melewati Tha Tien Market. Sebuah pasar yang banyak menjual buah-buahan dan juga berbagai ikan asin dan makanan kering serta jajanan lainnya.

Wat Arun atau Temple of Dawn berada persis di seberang dermaga. Untuk menyeberang ke Wat Arun, kita harus naik ferry dengan harga tiket 4 baht saja.

 photo IMG_20181115_120117_zpsnhnemizp.jpg

 photo Wat-Arun-Dari-Kejauhan_zpsevgxmtxx.jpg

 photo IMG_20181115_132713_zps0vdethe7.jpg

.

Harga tiket masuk Wat Arun hanya 50 baht.

 photo IMG_20181115_122735_zpsowiwx5v3.jpg

 photo IMG_20181115_122551_zps6cw1lvaa.jpg

 photo f98b3942-6fc6-410c-9646-8c1076c3961c_zpsuzddsrgq.jpg

.

Dan ………. Emak jajan oleh-oleh di Wat Arun.

 photo IMG_20181115_130207_zpsz17ka4v0.jpg

 photo IMG_20181115_130240_zpssdehiaq9.jpg

.

Rencana awal kan hari ini maunya ke Asiatique juga. Qadarullah, sampai Wat Arun keburu kecapekan, agak dehidrasi, sudah banyak minum, tapi tetap sakit kepala cekot-cekot ga asik banget lah… kode saya butuh tidur.  Akhirnya, jam 3 sore udah bobo syantik di apartemen.