Barusan mbak Feny – cancerian – ngirim motivasi ini, entah beliau terima dari siapa, tak penting, yang penting ini adalah mindset saya juga…. Sama.

Let’s check it out…

.

Tanda cinta dari Al-Hayyu

Kanker bukan musibah, kanker adalah pelajaran pembawa berkah.

Bagi saya, kanker adalah sekolah hidup yang amat sangat prestisius. Kenapa? Karena kanker tidak mudah, dan banyak yang takut dengan kanker. Ini seperti menerima soal matematika yang super sulit, tapi fakta bahwa Allah memberikannya pada saya, artinya Allah percaya bahwa saya bisa menjawabnya. Inilah yang benar-benar membuat saya tertantang dan berani melaluinya. Saya yakin Allah pasti mengawasi dan memberi rumus dalam semua usaha saya untuk menjawab soal maha sulit ini.

Saya pun merasakan jadi punya pengalaman langsung yang sangat berharga untuk nanti saya bagikan. Saya jadi tahu apa yang benar-benar dihadapi, dirasakan oleh teman-teman seperjuangan kanker lainnya.

Dan dalam perjalanannya saya sering diingatkan bahwa umur itu ada batasannya, jadi setiap hari harus menjadi lebih baik, lebih sabar, lebih ikhlas. Terpenting, lebih yakin atas Kuasa-Nya.

Di luar sana, mungkin banyak yang sulit mensyukuri kanker, karena memang faktanya kanker dianggap sebagai penyebab kematian nomor 7 di dunia dan kanker identik dengan kesakitan dan kematian. Itu adalah angka statistik. Harapan hidup penderita kanker juga terbatas. Namun sekecil apapun harapan itu marilah kita berusaha menjadi angka statistik yang masih memiliki harapan hidup.

Bagi saya, sakit atau sembuh sesungguhnya sama saja. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi lebih berguna, bermanfaat dan tentunya pembawa rahmat bagi alam semesta.

Dan kalaupun sembuh, tak cukup kalau kita cuma bahagia. Tak cukup pula kalau kita hanya bersemangat. Bawalah kebahagiaan bagi semua yang ada di sekeliling kita dengan berbagi pelajaran hidup. Dan kalau semua itu bisa terjadi semoga kita bisa makin baik lagi membawa berkah dan bermanfaat bagi semesta. Ini tantangannya.

Sehat hanyalah salah satu jalan menuju tujuan ini. Dan saya percaya kanker bukanlah penyebab kematian. Kematian sudah disiapkan oleh-Nya ribuan tahun sebelum kita lahir. Kanker bisa jadi adalah alat-Nya untuk memurnikan kita. Membersihkan dari noda dan dosa kita semua.

Kematian yang diawali dengan kanker bisa menjadi akhir yang penuh persiapan, tidak mendadak. Dan tak perlu pula galau dengan mereka yang ditinggalkan. Semua pasti sudah diatur oleh-Nya dengan sebaik-baik pengaturan. Tak perlu khawatir. Yakin dan percaya penuh pada-Nya. Karena DIA adalah Sang Maha Hidup dan Terus menerus Mengurus Mahluk-NYA..

#survivor cancer#

Allahumaghfirly wa tub alayya innaka anta tawaburrohiim….

.

Saya:

Sepakat.

Cancer adalah takdir baik. Banyak hikmah dan ni’mat bersamanya. Kita perlu lebih banyak bersyukur, karena…. Mata masih melihat indahnya dunia. Telinga masih mendengar. Tangan masih bisa buat makan, tulis, menyentuh mengusap orang-orang yang kita sayangi. Kaki masih kuat melangkah ke tempat yang kita mau. Indera pengecap masih bisa merasakan makanan enak.

Sabar, karena dosa-dosa sedang digugurkan doa-doa sedang dalam proses dikabulkan atau diganti dengan yang lebih indah, dan surga reward tertingginya. Bukan hanya sabar menjalani ikhtiar panjang melelahkan, tapi juga sabar tetap berbagi manfaat, semampunya.

Shalat, sumber inspirasi, ketenangan, kekuatan, dan keberserahan. Hasbunallah wani’mal wakil. La haula wa la quwata illa biLLah.