Jutaan Muslim Uyghur ditahan di kamp-kamp konsentrasi, mengapa dunia, termasuk negara-negara Muslim bungkam? Mengapa tidak ada kecaman dari pemerintah Indonesia, Malaysia, Turki, Arab Saudi, Qatar, Pakistan terhadap pemerintah Komunis Cina? Pertama, pemerintah Cina mengontrol dengan ketat media-medianya. Apapun yang terjadi di Cina tidak serta merta disebarluaskan ke luar. Kedua, sebenarnya banyak pemerintah negara lain, termasuk negara-negara Muslim yang mengetahui hal ini, namun tak ada satu pun yang mengecam Cina. Hanya AS yang terang-terangan mengecam Cina, itu pun karena Cina adalah rival dan pesaingnya. Padahal sejatinya mereka sama. Sama-sama penjahat Hak Asasi Manusia.

Berbeda dengan kezaliman di Palestina, Suriah dan Rohingya di mana banyak pemimpin Muslim yang mengecam dan juga turut mengirimkan bantuan. Namun khusus untuk Uyghur banyak di antara mereka dipaksa atau terpaksa bungkam dan diam karena kuatnya tekanan Cina dan adanya hubungan strategis di bidang ekonomi dengan Cina. Betapa kuatnya cengkraman gurita pemerintah Cina, sampai-sampai tak ada yang berani mengecamnya selain AS.

Tinggallah sendirian Uyghur berteriak meminta pertolongan, namun tak ada satu pun uluran tangan dari saudaranya sesama Muslim yang datang membantu. Hanya Allah sebaik-baik Penolong dan Pelindung.

Sumber video: NowThis Opinion

.
.

Hasil investigasi oleh tim BBC terhadap kamp-kamp konsentrasi yang menahan jutaan Muslim Uyghur di Xinjiang [Turkistan Timur] dengan melakukan analisis hasil citra satelit, mencoba mengunjungi langsung kamp-kamp tsb dan juga bertanya langsung pada keluarga tahanan .

Apa yang bisa kamu simpulkan dari hasil investigasi terhadap kamp-kamp yang disebut oleh pemerintah komunis Cina sebagai kamp re-edukasi ini? .

Sumber: BBC

.
.

Bagaimana kita bisa membantu Muslim Uyghur?
1. Doakan
2. Sebarkan berita kepedulian nasib Muslim Uyghur
3. Donasi

.
.

Rencana perjalanan ke Ürümqi, ibukota provinsi Xinjiang, China tidaklah mudah. Dari sisi perjalanan, paling sedikit akan memakan waktu kurang lebih 30 jam dari Jakarta dengan total transit 2 kali di Xiamen dan Changsa.

Belum lagi pengurusan visa untuk bisa masuk ke Republik Rakyat China yg ternyata ‘berbayar’ sesuai dengan durasi tinggal selama di China (berbeda halnya jika warga negara China datang ke Indonesia yg bebas visa). Pakai pesawat apa datang dan pulang mesti jelas. Dimana tinggal selama di China mesti dilampirkan. Foto dan sidik jari sudah barang tentu menjadi hal wajib.

Namun, insya Allah tak akan menyurutkan rencana saya mengunjungi saudara Muslim saya di sana. Ada apa sebenarnya dan apa yg bisa dilakukan untuk membuktikan tanda sayang saya sebagai seorang Muslim kepada saudara saya di sana.

Kan sudah ada pemerintah yg menyatakan sikap? Mungkin pertanyaan itu muncul di benak kita.

For your information, pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, pada November 2018 lalu sudah menyatakan sikapnya pada World Uyghur Congress bahwa:

“Indonesia sama sekali tidak menyebutkan adanya diskriminasi agama, penganiayaan agama terhadap penahanan sewenang-wenang massal Muslim Uyghur di kamp-kamp internal (pemerintah RRC). Sekali lagi, delegasi Indonesia tampaknya memiliki standar yg berbeda untuk Cina” (pernyataan resmi tertanggal 16 November 2018 pada akun ofisial @UyghurCongress di Twitter, lihat tautan).

Walau demikian, media-media internasional ‘berbicara’ hal yg berbeda. Siapa yg benar dan apa yg terjadi sebenarnya inilah alasan terbesar saya untuk membulatkan tekad menuju ke sana.

Insya Allah, saya siap apapun yg akan terjadi di sana. Doakan saudara Muslim kita di sana. Dukung mereka dengan apa yg kita bisa, dengan apa yg kita punya. Doakan pula saya dimudahkan, dan yg terpenting dilindungi Allah swt dalam menjalankan ‘misi’ ini. Amin.

Jika dirasa ‘aman’ saya akan tulis pada akun media sosial Facebook, Twitter dan atau Instagram. Sangat mungkin juga saya akan menuliskannya di www.amifoundation.or.id atau www.azzamizzulhaq.com

*
Sahabat yg ingin mengetahui dan atau ingin turut berkontribusi disilakan menghubungi AMI Foundation melalui email di: amifoundation.id@gmail.com atau melalui pesan Whatsapp di 08114912000 (Ibu Ani) pada hari dan jam kerja.

Kalau nanti tidak ada kabar, mungkin Allah berkehendak lain. Kita berbagi cerita ‘nanti’ di tepi telaga Kautsar saja ya.

I love you all…

#AMI
#SelamatkanMuslimUyghur
#LintasanPikiran