Tahun politik, banyak aja yang baper. …. di WAg yang saya ikuti beberapa kali adminnya menegur baik secara japri atau pun di group…..

#senyum

Tidak ada asap kalau tidak ada api. …..

Berbulan-bulan saya diam, ketika members WAg yang pro petahana nge-share berita-berita yang memuja-muja junjungannya….. meskipun HOAX….. saya diam.

Kemudian… giliran saya share tentang kebijakan BPJS yang berubah-ubah, persekusi ulama, penistaan agama, ketidakadilan hukum, dan tentang rencana penggunaan dana haji untuk infrasturktur, langsung ada yang reaktif…. alasannya, postingan meresahkan, bisa meretakkan ukhuwah, kita bukan politisi jadi jangan sok tau, and so on and so on.

Lebay. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Saya kira, mereka hanya tak tahan perihnya membaca fakta dan data yang saya share. πŸ˜€πŸ€­

Sekian tahun umat Islam di negeri ini dijauhkan dari politik, mulai dari cara halus melalui ceramah2 bapak2 kyai, sampai cara kasar MEMPERTONTONKAN politisi muslim yang (terindikasi) korupsi seolah2 tidak ada yang non-muslim yang korupsi, dan media mainstream selalu mengaitkan dengan ajaran Islam.

Tapi kalau politisi non muslim yang korupsi, mereka buru-buru menutup berita, dan kalau ada yang coba2 mengkaitkan dengan agama, mereka buru2 berteriak β€œGAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA!”

Demikian pula halnya dengan penyebar hoax, pelaku teror, dan penista agama. …. Kalau pelakunya umat islam, beritanya digoreng terus, jadi headline news, berminggu-minggu… Tapi kalo pelakunya dari pendukung partai m*r*h berlambang k*p*l* b*nt*ng, …..???

.

Ya….. saya memutuskan untuk ikut andil dalam perjuangan… amar ma’ruf nahyi munkar. …..

Liberal, ada di pihak sono….
Syiah, dukung sono…
Pekai, dukung sono….
elegebeteh, dukung sono…
Wakil mereka berbondong masuk parlemen….

Dan saya hanya berdoa?

.

Soal menang atau kalah, itu Qadarullah. ….. yang penting, keberpihakan kita. …. Luruskan niat, rapatkan shaff.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” (QS Al Baqarah ayat 45)

Menulis itu, melepas rasa memeluk asa.