Sabtu sore 12/01/19 sepulang terapi MLDV ketiga, pak suami ‘ngajak ngemil pempek Garuda – Kemayoran. Qadarullah sampai di tekape nggak dapet lahan parkir. Akhirnya kami ke warung makan seberangnya. Pempek Nelly 10 Ulu.

 photo IMG_20190114_145317_629_zpskuzdvans.jpg

 photo IMG_20190114_145317_623_zpsee8nmtv8.jpg

Ruangannya bersih, ber-AC. Tidak terlalu ramai karena bukan jam makan utama. Yang menarik, pelayannya berbahasa Palembang, sikok-duo-tigo, saya dipanggilnya “Ayuk”. Aihh berasa muda banget. … Benerin ciput di jidat.

 photo IMG_20190112_171450_zpsmopxngwf.jpg

Saat itu kami merasa jadi Horrang Kaiyya, mampu membeli Kapal Selam, duo. Jenis pempek yang saya paling suka adalah, pempek kriting. Bentuknya seperti mie padat. Cuko (kuah) nya, wangii segar menggugah selera. Tekwannya kenyal, sedap.

 photo IMG_20190114_145317_627_zpsxpth7yr5.jpg

 photo IMG_20190114_145317_626_zpszxzuiole.jpg

Es kacang merahnya empuk dan tidak terlalu manis. Oiy lemak nian galo-galo. Rasa pulang kampung.

Ya, kakek saya Abdul Hamid, Allohuyarham, asli orang Sungai Pinang. Sumatera Selatan.

.

Kalo ada kesempatan lagi pengen cicipin yang di seberangnya, ah. Pempek Garuda. In syaa Allah.