Jam 11 ketemu Dr Rully Wibowo di GICC RS Gading Pluit penataran sebelum tindakan penyinaran dilaksanakan. Lebih rinci, apa dan bagaimana radiotherapy ini.

Kata Dr Rully, “Upaya penyembuhan Ca mamae, kalo dilihat dari hasil Patologi Anatomi dan IHK-nya ibu… Operasi 50%. Kemoterapi 30%. Radiasi 20%. Kemoterapi sisa 6x lagi ya bu. Kita paralel dengan radiasi. ”

Saya akan menjalani 30x radiasi yang dibagi 6 pekan. Tiap hari Senin hingga Jumat. Termasuk tanggal merah. Sedangkan Sabtu Ahad tidak ada tindakan sinar, yang dimaksud untuk memberi waktu jaringan dan kulit beregenerasi.

Larangan selama 6 pekan masa radiotherapy adalah, air. Baik paparan keringat, atau pun air mandi. Tapi untuk 100% terhindar dari air, hampir mustahil. Jika terasa gatal boleh ditutul-tutul tisu bayi non-alkohol atau bedak bayi switsal.

Makanan, tidak ada larangan. Asal tidak berlebihan, semua boleh. Hanya saja, untuk mempercepat regenerasi sel baru, Dr. Rully menyarankan saya makan 6 butir telur rebus (putihnya saja) setiap hari.

Proses radiotherapy ini sebentar banget, durasinya kurang dari 20 menit. Pakai baju khusus, lalu dilapisi mantel khusus yang sudah ada coretan tanda bagian yang akan disinar. Jadi bukan kulit saya yang dicoret-coret.

.

Perasaan, tegang lah yaa pastinya, namanya pengalaman pertama. Dibiarin sendirian, dengerin suara mesin yang agak horor. Dzikir, alfatihah, 5 ayat pertama albaqoroh, ayat kursi, 3 ayat terakhir albaqoroh, 3-qul, doa perlindungan, dan istighfar. Menenangkan hati. …. Selesai.

.

Alhamdulillah radiotherapy pertama didampingi emak dan suamiku.

 photo IMG_20190114_123958_583_zpsii3dx74c.jpg

Setengah perjalanan telah kami lalui dengan begitu banyak ni’mat kemudahan. Terimakasih temans, dukungannya, doanya. Hanya Allah yang mampu membalasi kebaikan semuanya. Jazakumullahu khairan.

Menulis, mengungkap syukur, apresiasi, melepas rasa memeluk asa.