Ya.
Seringkali hanya di permukaan saja, kelihatan periang. Padahal hanya nggak mau, orang lain melihat saya jadi sedih, kasihan, over protected, dan penilaian macem-macem yang bikin saya makin nggak nyaman.

Ya.. Ada saatnya, saya merasa down, jenuh, lelah, hopeless. Wajar ya. Fluktuasi keimanan.

Alhamdulillah saya gabung di banyak group, komunitas kebaikan, yang membersnya aktif berbagi inspirasi motivasi hidup dunia akherat. Kilasan ayat, hadits dan tafsirnya. Atau inspirasi daily life yang sederhana.

Saya juga berusaha memotivasi diri sendiri dengan cara, kunjungan silaturahim, duduk di kajian, atau nonton kajian di channel YouTube, ngelayap, makan, nonton, kopdar, atau sering pula, Allah mengirim seseorang yang sedang down juga tapi keadaan saya jauh lebih beruntung dari pada beliau.

Saya berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaannya, saya berusaha memahami keadaannya, menyemangatinya, menghiburnya, sampai di satu waktu, saya termotivasi oleh kata-kata saya sendiri.

Konsep sedekah. Semakin banyak memberi, semakin banyak menerima kebaikan. Maka saya balik. Ketika saya butuh tambahan energi positif, saya harus menyalurkan dulu sisa energi positif saya kepada orang lain, dengan harapan, Allah mengembalikan harapan dan keyakinan yang lebih kuat.

Ketika suami ada di rumah, lagi santai, saya ngomong aja, “Peluk dong, yang lama. ” Beliau memeluk saya, dan menangislah saya tanpa sebab yang jelas.

Tentu saja, evaluasi juga, makanan hati / ruhiyah saya. Seperti, memperbanyak rakaat shalat, memperpanjang sujud, menangis, taubat, tilawah, sedekah harian, introspeksi diri, bagaimana sikap saya kepada suami, anak, orangtua, sesama manusia. Mengingat-ingat karunia ni’mat Allah sepanjang usia.

Apakah saya akan memilih menjadi hamba yang bersyukur atau yang naudzubillah mengingkari ni’mat-Nya? Pertanyaan ini yang menjadi motivasi terbesar saya.

Saya bisa sampai di tahap ini, karena perhatian, dukungan cinta dan doa-doa tulus dari banyak banget orang. Yang dekat dan yang jauh. Yang terang-terangan dan yang diam-diam. Ini juga memotivasi, saya tidak mau mengecewakan orang-orang yang menyayangi saya.

Saya akan menuntaskan perjalanan ini sampai tujuan, in syaa Allah. Terima kasih atas dukungan dan doanya, mohon maaf lahir bathin.

Takbir!
Allahu Akbar! ✊