Tadi pagi saya sempfet mengunjungi seorang pejuang kanker di RS MMC. Hari ini adalah kemoterapi yang ketujuh beliau, dari delapan yang direncanakan. Awalnya niat saya memotivasi. Ehh malah kebalikan. Jadi pasiennya yang memotivasi saya. Akhirnya saya lebih menikmati mendengarkan dan merenungi cerita-cerita mbak Irma. Simpulan sharing hari ini adalah..

.

1⃣ Jangan mau terprovokasi oleh “sampah” orang lain.. 😁 Contoh: kita berusaha selalu bersikap baik kepada oranglain. Tapi kadang, nggak ada angin nggak ada hujan, oranglain jutek banget ama kita. Atau, kita sudah berusaha amanah ternyata oranglain khianat, curang, dan kita yang difitnahnya. Sadari, mereka sedang melempar “sampah”nya kepada kita. Pilihan response kita, bagaimana? 😊

.

2⃣ Belajar lebih cepat memaafkan.
Adalah wajar, manusiawi banget, jika kita merasa kecewa, marah, sedih, dan energi negatif lainnya. Akibat “sampah” orang lain. Tapi jangan kelamaan kesalnya. Segala sesuatu terjadi atas “seijin” Allah. …. Diijinkan belum tentu diridhoi. ….. Yakin dan percaya bahwa, orang² yg menzalimi kita, pasti akan mendapat balasan-Nya. Pasti. Walaupun mereka bertaubat dan taubatnya diterima Allah. Tapi tetap, urusan dengan manusia, ada balasan yang adil. Pasti adil. Balasan itu, bukan urusan kita. Urusan kita adalah, memaafkan mengikhlaskan. Sesegera. Secepatnya. Kadang memang berat yahh. Semangat 💪latihan terus.

.

3⃣ Bersyukur setiap hari. Contoh: sedang kehilangan nafsu makan 1 kg putih telur, ingatlah, banyak orang di luar sana, sehari belum tentu bisa makan sebutir telur. Sepekan juga belum tentu makan bergizi. Ini sudah terhidang, tinggal masuk mulut, kunyah, telan. Bersyukur masih bisa menelan makanan. Masih bisa mengecap aneka citarasa, manis, asin, pedas, dsb. Bersyukur masih punya gigi² yg kuat mengunyah.

Kemudian… Bersyukur atas nikmat yang mana lagi? 😊 Kalau dihitung-hitung, sampai habis air laut pun, tak ‘kan mampu lah menghitung karunia-Nya atas diri ini. Alhamdulillah wa Ma Syaa Allah 💖