😁😁😁

Nyusul ke Yogya nggak bilang-bilang.
Pas aku pulang dari jajan malam, sampai hotel kata reception kunci sudah diambil sese”cowok” dan sudah ditambah extra bed.
Hahhh?
Siapa?
Kok sembarangan aja maen kasih masuk lelaki gaje? .
.

Aku minta reception dan sekuriti nemenin ke kamar. Sepanjang lorong dan naik tangga itu aku ngomelin, “Saya booking untuk dua orang aja, koq. Saya, dan anak. Gimana sih ‘pak koq nggak ditanya-tanya dulu. Nggak ditahan dulu di lobby sampai saya datang. Maen kasih kunci kasih extra bed. ”

Masuk kamar.
Lihat seonggok tas ransel merah. Baru. .
.
Saya minta Syifa bongkar isi tas, disaksikan sekuriti dan reception. .
.
Kata Syifa, “Kayaknya ini banda Ayah deh bu. Nih, stok vermint.”
.
.
Saya ikutan bongkar isi ransel itu. Dan menemukan baju dan underware yang saya kenal. Milik suamiku. .
.
Reception komentar, “Tadi sudah saya tanya-tanya koq bu.. Namanya pak Vicky PURNAMA. ” .
.
Meskipun salah sebut nama belakangnya, saya paham maksudnya, itu nama suami saya. Rasanya seneng sih, tapi masih campur bete. Ya Salam. Maksudnya apaan sih. Gue udah sempfet panik, lemes, hampir aja mau tuntut pihak hotel ke polisi. .

Jam 9 suamiku masuk kamar. Cengangas. Cengenges. Gue diemin. Ngambeg. Males ngomong. Syifa nyeritain kejadian tadi sore ke ayahnya. Suamiku minta maaf, niatnya mau ngasih kejutan istrinya. Ehh jadi banyak orang yang terkejut. .

Rencana awal beliau naik kereta pagi yang sampai Yogyakarta jam 2an siang. Pingin ngasih surprise di hotel. Qadarullah keretanya delay sampai jam 5 sore baru masuk stasiun Tugu. Syifa dan saya sedang ke RS Panti Rapih, menemui mbak Maya dan suaminya, ketika suamiku sampai hotel dan minta extra bed. .

Suamiku menemui reception dan sekuriti, minta maaf atas kegaduhan yang dilakukan istrinya. Ha-ha .
.
Lalu baikanlah yaa, kita. Seneeng dong.. Alhamdulillah ada ATM dateng. πŸ˜‚πŸ˜‚ #eh
#salim
#ciumtangan .

Ma Syaa Allah tabarakallah