Saya berusaha menghindari kalimat, “Sabar ya.. ” sebagai ungkapan empati. Karena belum tentu saya mampu sesabar mereka ketika diberi karunia ujian yang sama. Dan lagi, jujur ya, kalimat “Sabar ya.” itu beneran terasa, klise bangett, lip service, hambar, nggak ada energinya, kosong.

Saya lebih suka bilang, “Kamu orang pilihan, kamu hebat, kuat, ahli sabar, kamu menginspirasi saya.” Lalu mengucapkan doa-doa perlindungan, keselamatan, seperti: Yassarallahu lak. Semoga Allah memudahkan segalanya bagimu.

I love you, all.. because of Allah.. ๐Ÿ’–