Dokter, bukan. Professor, bukan. Psikolog, bukan. Ulama, bukan. Komentarin pasien kanker panjang lebar, kanker itu karena begini begono bla-bla-bla.

Kalo dibilang karena genetik, banyak kasus emak bapaknya sehat, nenek kakeknya sehat, tante om-kandungnya sehat, anaknya/ponakan/cucunya kena.

Kalo dibilang penyebabnya makanan, atau gaya hidup. Banyak lohh penganut pola makan “sembarangan”, tapi badan mereka tetep sehat. Malahan kebanyakan pasien kemoterapi yang saya kenal, mereka sangat disiplin menjaga pola makan gizi seimbang, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan rajin olahraga.

Kalo dibilang karena dosa-dosa atau kurang sedekah. Banyak pasien kanker, bayi! Bayi punya dosa apa? Terus mau ngeles, karena dosa orangtuanya? Numpang tanya : Emang situ yakin, lebih suci dari mendiang Ustadz Arifin ilham? Amalan situ lebih hebat yes? 😊

Kalo dibilang karena stress, bisa jadi. Dan banyak juga orang stress berat, ngga kena kanker tuh, palingan ketawa-ketawa sendiri..

Terus apa dong penyebabnya? Tanya saja, kepada yang menciptakan sel kanker. Sesama dokter aja sampai sekarang masih berbeda pendapat mengenai faktor pencetus kanker.

Tahun lalu saya masih mau menjelaskan ke orang-orang yang saya kira keliru memahami penyebab kanker. Ada yang berubah pandangannya. Banyak juga yang keukeuh pendapatnya benar. Youwis, sak-karepmu. 😊Sekarang? Liat-liat dulu orangnya, apakah dia benar butuh penjelasan atau cuma perlu stiker. 😊