Biasanya, berbagi inspirasi dan motivasi lewat tulisan. Pagi tadi terima tantangan, sharing tatap muka berhadapan dengan pasien-pasien baru (kanker) di Rumah Teduh Jakarta.

Sebelum berangkat, saya dibriefing dulu oleh pak-suami. Nanti ngobrolin apa aja. Poin-poinnya.

Cerita pengalaman pribadi, mulai dari vonis, merasakan kecemasan, ketakutan, kegalauan, hingga memutuskan berani menjalani kemoterapi, operasi, 30x radiasi, 18x targeted therapy, 12x MLDV, … sampai akhirnya bisa bangkit kembali semangat melanjutkan hidup, yang lebih sehat. 🀲

Saya juga menceritakan kisah keren inspiratif seorang penyitas kanker Ummu Aufamira Saefuloh dan sang suami yang pernah ikhtiar total habis-habisan bahkan berhutang puluh-puluh juta untuk biaya berobat, dikejar-kejar debt collector, divonis tidak bisa punya keturunan, mereka ridha, berserah diri kepada Allah, hingga kesabaran mereka kini berbuah maniiiss. Alhamdulillah setahun lalu beliau melahirkan bayi keenam. Punya Sekolah Tahfidz. Rumahnya dipugar dirapikan Tim ACT, jadi bagus, nyaman, asri. Ma Syaa Allah.

Berhubung pak-suami berhalangan hadir, maka saya ajak ibu-saya turut berbagi semangat, pengalaman merawat pasien kanker, tips-tips menjaga kesabaran bagi para caretaker / keluarga pendamping pasien di Rumah Teduh. ….. Pasien-pasien, istri /suami pasien, orangtua, anak, kakak-kakak pendamping pasien, antusias menyimak dan bertanya pada ibu-saya. Wajah beliau pun kelihatan haru dan happy banget. Ma syaa Allah. πŸ’–

Saya juga cerita, bagaimana menjawab tantangan berubah pola makan, yang tadinya doyan gorengan, steak, sate kambing, ketoprak, mie-ayam, gudeg, nasi kapau. Kini semua yang enak itu harus jadi mantan terindah. Tiap pagi jus sayuran. Malam jus buahan. Nasi putih ganti nasi merah / singkong / pisang / oatmeal / bekatul. Olahraga lebih rutin, disiplin. Manajemen stress. Dan istirahat yang cukup.

Tips atau pesan penutup dari saya, adalah: Ganti pertanyaannya. Jangan lagi bertanya, “Why me? Kenapa harus saya yang menerima ujian ini?” Karena jawabannya PASTI: You are the chosen one. Anda adalah hamba pilihan. Pilihan-Nya, untuk menjalankan sebuah misi yang tidak semua orang mampu menempuhnya. Tujuannya untuk meninggikan derajat kemuliaan kita di sisi-Nya. …. Yakin, nggak mau? 😊

Ganti pertanyaannya dengan doa, “Bagaimana caranya agar saya dapat survive Wahai Tuhan, mohon kekuatan, petunjuk, pertolongan-Mu, bagaimana mengisi sisa usia dengan amal yang Engkau ridhoi, dan bagaimana cara saya dapat membahagiakan orang-orang yang tulus menyayangi saya?”

Rumah Teduh, 3 November 2019. Pukul 12.30 wib. Alhamdulillah, nggak sempfet foto-foto πŸ™πŸ˜Š tapi semoga bermanfaat.