Sabtu ba’da sholat Subuh. Jam 04.55 wib. Saya tergerak melihat whatsapp group Sahabat Sehat. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Satu pejuang telah selesai misinya. Berpulang dengan tenang pada Jumat malam, 15 Nov 2019 pukul 21.30 wib di usia 30 tahun.

Saya masih ingat tiga pekan lalu, begitu gembiranya Mbak Ririz, “Alhamdulillah.. Aku sudah bisa jalan! Aku mau ikutan distribusi berbagi biryani yaaa mbafi..”

Qadarullah saya lupaaa bener-bener. Mbak Ririz ketinggalan, masih berusaha nyusul ke RSCM, tapi saya sudah menuju Slipi baru baca pesannya. 😭 astaghfirullah. Hanya bisa minta maaf penuh penyesalan.

Mamanya mbak Ririz cerita, tadi malam ba’da maghrib, mendiang memanggil-manggil nama adiknya, minta dipakaikan hijab. Berulang-ulang. Saya berpikir, bisa jadi saat itu sang malaikat maut sedang menjemputnya. Ma Syaa Allah… Sedemikian hebatnya Mbak Ririz melindungi auratnya…

Saya bersaksi, mbak Ririz, Rizki Amaliah Noor Insani, adalah contoh, teladan, ahli-sabar, tidak pernah mengeluh, sharing-sharingnya menguatkan Tauhid dan semangat juang pantang menyerah dengan prinsip: sembuh, atau berpulang husnul khatimah. Meskipun usia jauh lebih muda tapi mendiang adalah satu dari sekian sahabat shalihah terbaik dalam hidup saya. Ma Syaa Allah. πŸ’–

Allohummaghfirlaha warhamha waafiha wa’fu-anha. Semoga kita berjumpa lagi dalam keadaan terbaik, di surga-Nya. 🀲