Silakan aja sih, kalo yakin. Namanya juga memaksimalkan ikhtiar ‘kan yaa. Tapi…

Tapi terapi medisnya tetap dilanjutkan yaa… Disiplin yaaa… yang tuntas yaa.

Kalo saya pribadi sih termasuk yang kurang tertarik mengkonsumsi akar bajakah. Kenapa?

Pertama, promosinya heboh banget. Saya paham koran. Demi omset, bikin headline harus menarik, bombastis. Sehingga para pembaca mengabaikan logika berpikir dan pendapat para profesor, dokter KHOM, dan pakar pengobatan kanker lainnya.

Kedua, banyak pasien yang sudah kemoterapi jadi balik badan, berhenti kemo, dan cuma ngandelin minum akar bajakah saja doang.

Akibatnya bisa ditebak…

Bukannya sembuh. Kankernya malah naik stadium. Innalillahi.

Koq bisa gitu? Karena sari akar bajakah yang diminum, khasiatnya Qadarullah kalah cepet versus perjalanan kankernya.

Kanker payudara termasuk yang cepet gesit banget petakilannya lohh. Dibom kemoterapi aja kadang masih ada yang berhasil lolos, ke tulang, ke otak. Apalagi cuma ngandelin sari bajakah.

Maka, bagi pasien yang penasaran ama bajakah, minum deh. Monggo. Dan terapi medisnya tetap dilanjutkan, yaa.

Diskusi juga dengan dokter KHOM-nya. Minum ini boleh nggak, berapa dosisnya, supaya sesampainya di dalam darah, bisa bekerjasama dengan obat kemoterapi kompak menghalangi dan menghancurkan sel kanker. Menghindari resiko saling meniadakan manfaat.

Dokter KHOM itu apa sih?

Dokter spesialis penyakit dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik. Beliau-beliau ini yang lebih paham tentang kanker dan pengobatannya.

Berani bertanya, ya. Supaya dapat info lebih detil, lebih jelas, dan berpikir dengan jernih, dengan hati yang tenang.

Semoga lekas sembuh yaaa. Tetap semangat. 💪💪