Katanya.. terapi medis adalah yang paling efektif untuk melawan kanker… Tapi kenapa selalu ada saja kasus yang setelah kemoterapi malah pasien jadi “drop” lalu sekarat, dan wafat?

Pertama.

Antara kemoterapi dan wafatnya pasien, sebenarnya jika dihubung-hubungkan, itu maksa banget yaa. He-he. Ketahuilah kawan.. Ajal manusia tidak bakalan mundur atau maju sedetik pun, dengan atau tanpa pengobatan sama sekali.

Kedua.

Pasien yang terdeteksi pada stadium satu, peluang kesembuhannya 100%. Semakin tinggi stadium, semakin berkurang nilai persentase tersebut.

Ketiga.

Umumnya, pasien kanker payudara, baru datang ke medis kalau sudah merasa sangat terganggu dengan benjolannya, which is, Qadarullah sudah stadium lanjut. Dokter pasti akan sangat lebih ekstra berhati-hati memberi dosis.

Obat harus efektif memblokir dan melawan kecepatan sel kanker, dan juga harus aman efeknya bagi organ tubuh lain seperti ginjal, hati, jantung, dan lain-lain.

Keempat: Dukungan Keluarga.

Dia-lah Yang memilih siapa Yang dikehendaki-Nya, kun fayakun.

Limpahilah dengan cinta dan doa. Usahakan membuat pasien bisa tersenyum. Jangan juga kebanyakan menasehati, memberi saran, kecuali jika pasien yang minta pendapat. Ada banyak cara menjaga kenyamanan hati pasien. Pilih yang cocok.

Jangan kebanyakan melarang ini itu. Selama menurut dokter okay, lakukan saja, makan saja, tutup mata telinga pakai kacamata kuda.

Kelima: pola makan.

Bagi pasien yang “picky” biasanya akan mengalami efek samping pengobatan yang lebih kompleks dari pada si “pemakan segala.” 😊

Menu makanan harus didominasi sayuran, buahan warna-warni, ikan-ikanan, telur, ayam kampung, yang pengolahannya juga perlu perhatian: tidak dibakar. Lebih dianjurkan dikukus atau dipepes atau direbus.

Suplemen multivitamin suportan juga perlu. Konsultasikan dengan dokter masing-masing, minta diresepkan, yang mana yang cocok.

Keenam: olahraga.

Konsultasikan olahraga yang cocok selama terapi. Pasien tetap perlu bergerak, stretching, berjemur matahari, untuk meminimalkan efek samping terapi, dan agar tubuhnya dapat bekerjasama dengan obat kemoterapi untuk melawan sel kankernya.

Tujuh: Doa.

Yakini bahwa Yang Menyembuhkan hanyalah Allah, lewat ikhtiar-ikhtiar tersebut di atas. Luruskan niat dalam berobat: untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik, untuk dipakai ibadah lebih baik.

Manfaatkan waktu-waktu mustajab. Mohon sungguh-sungguh kepada Allah, kekuatan, petunjuk, hati yang ridha, dan kesabaran yang bertambah-tambah.

Perbanyak membaca Al Quran, kemudian memohon ampunan, istighfar, dan berdoa lagi, agar segala ikhtiar perjuangan mendapat keridhoan Allah dan pembersihan dari dosa-dosa.

Kuatkan tekad. Target utama pengobatan kanker: Taqwa, Sembuh, bermanfaat bagi sesama, dan Husnul khatimah. 🤲

Wallahu’alam.