Kado Milad dari keluarga hebat. Ma Syaa Allah tabarakallah.

Perjalanan santuy jalur darat rute Jakarta – Semarang – Kudus – Dieng – Cirebon – Jakarta. Lewat jalan toll super mehong! Subhanalloh! Lihat saldo e-money. Saya kaget! 😊😊

Di Semarang, hanya main ke Lawang Sewu, Simpang Lima, dan Kota Tua.

Di Kudus, mengunjungi sepupu dari keluarga bapak. Seorang sepupuku usianya 74 tahun, lebih senior 4 tahun dari ibuku, dan aku harus memanggil beliau, “Mbak Farida. ” …. O my God. 😊

Di Dieng Wonosobo, saya terima tantangan suami, “Jam 3 pagi jalan nanjak 800 meter medan agak terjal, kamu kuat nggak Fi? ”

Saya cuma jawab, “Semoga Alloh ijinkan, ya..”

Alhamdulillah berkat pertolongan Alloh, setelah satu jam lebih mendaki, 3-4 kali istirahat, ambil napas panjang, kadang menaiki anak tangga harus setengah sujud, dengkul sempfet gemeteran, tapi senyum-senyum melihat ulah anak muda tinggi besar yang mengeluh minta countepain 😊😊 kami sampai di Gardu Pandang Utama Puncak Sikunir.

Turunnya, tak kalah menantang juga. Banyak wisatawan yang terpeleset, jatuh duduk. Karena tanahnya licin dan anak tangganya tinggi. Ada sih batang kayu buat pegangan. Tapi banyak rusak, goyang, kurang stabil.

Saran saya, pakai alas kaki yang memang peruntukannya, naik gunung. Kurangi beban bawaan. Atur napas. Jangan tergesa-gesa dan jangan terlalu lambat juga. Dzikrullah yang banyak. Takbir. Tasbih. La haula wa la quwata illa biLLah. Sholawat.

Penginapan, kami pesan kamar lewat aplikasi agoda dan reddoorz, cari mana yang lebih iyes hemat, lokasi strategies, dekat pasar atau minimart, akses jalannya bagus, dan lahan parkir luas.

Wisata kuliner Lunpia Cik Me Me (sertifikat Halal MUI), Soto Bangkong, Garang Asem Sari Rasa Kudus, Nasi Jamblang Bu Nur Cirebon, dan tentu saja blusukan jajan makanan lokal di pasar.

Segala puji bagi Allah yang dengan kehendak-Nya segala ni’mat menjadi sempurna. 🀲

28 Nov – 02 Des 2019.