SMA dan kuliah saya pernah punya teman akrab, yang saya respek banget, karena dia cerdas, tekun belajar, rajin sholat, rajin baca Quran, cantik, tutur katanya adem, tapi kocak juga, nyaris sempurna. Belum berhijab aja.

Qadarullah di akhir masa perkuliahan, masing-masing kami sibuk dengan tugas akhir dan mulai berburu lowongan pekerjaan.

Pada suatu malam, dua orang teman (akrab juga) menelepon saya ingin bertemu dan ngobrol sesuatu yang penting. Singkat cerita berkunjunglah mereka ke rumah saya.

Mereka menceritakan, sahabat kami yang super keren itu, dikasih Allah ujian hidup yang bikin imannya oleng. Dia murtad, dan menikah dengan seorang laki-laki asal Bali, kemudian mereka berdua melanjutkan sekolah ke luar negeri.

Kami sudah berusaha menahannya tetap kuat, tetap muslim, tapi keputusannya mantap. Mindsetnya berubah liberal banget. Saya sempfet puyeng. Nyesek, bray. Tapi, hidup ini adalah tentang pilihan. Allah ajaa ngebebasin, siapa mau kafir silakan kafir, siapa mau beriman ya beriman aja.

Kami tidak bermusuhan. Hubungan kami selama ini tetap baik.

#

Jaman digital sekarang informasi apapun sangat mudah diperoleh, dalam bentuk tulisan dan rekaman video. Termasuk informasi tentang bagaimana iman Islam. Saya pikir nggak perlu kita menggurui seseorang. Cukup tampilkan saja akhlak iman Islam dan doakan.

#

Apa yang kita baca tiap hari, apa yang kita dengar tiap hari, dan dengan siapa kita berinteraksi tiap hari, sedikit banyak pasti mempengaruhi mindset kita, mempengaruhi cara berpikir, keyakinan, sugesti, dan keadaan hati yang mudah terbolak-balik.

#

Wahai diri, ingatlah… Waktumu cumi, hartamu cumi, ilmumu cumi, fisik yang sehat juga cumi, segala kebanggaanmu tentang dunia, cuma minjem. Pilihan kita, ini semua pinjeman mau dipakai untuk apa. Terserah kita. Dan kelak ada saatnya, pertanggungwaban. Suka nggak suka. Percaya nggak percaya.Hidayah itu dicari, diminta, dan diperjuangkan dipertahankan. Hidup ini hanya sekejap. Engkau sakit, engkau kecewa, terluka, itu cuma sebentar. Tetaplah genggam bara itu. Tahaaann, sabar, ridha. Tidak mudah, maka hadiahnya surga. Kalo gampang paling hadiahnya kipas angin.

Menulis, ngingetin diri sendiri.