Sejak mengumumkan kena kanker awal Maret 2018, harapan saya adalah, ayo dong survivors kanker, japri, kasih saya pencerahan. Kedua, ayo dong, pejuang kanker, berani bicara, bagaimana rasanya, jangan dipendam, ungkapkan harapan-harapanmu, maunya diperlakukan bagaimana, agar lingkungan paham, begini cara ngasih support yang benar.

Alhamdulillah, saya mendapatkan segala dukungan yang saya harapkan.

Termasuk inbox-inbox berisi penawaran-penawaran pengobatan alternatif yang menjanjikan kesembuhan secara cepat. Waduh, koq gue malah parno yaa.

Kebanyakan terapi alternatif kekgitu, yang bikin ngeri, adalah, terapisnya kerjasama ama makhluk alam ghoib.

Mosok nggak pake teknologi, bisa tau penyakit kita ini itu disini disitu..
😱 horror…

Testimoninya bilang, beberapa kali dateng udah diklaim sembuh. Hah? Tau dari mana?

Ada yang kirim video juga. Terapisnya berbaju ustadz. Bacaan qul-hu bisik-bisik dicampur rajah mantra. Naudzubillahi min dzalik. 😱

===

Ada lagi nih, ngaku ustadz, danu? Bengkel hati? Menganalisa penyakit pasiennya karena akhlak tidak terpuji, pada istri/suaminya, pada mertuanya, pada orangtuanya.

Lahh? Tau darimana?

Lagian itu kan aib orang, mosok diumbar di tv.

Terus dia bacain potongan ayat Quran, pasiennya bereaksi kayak kesurupan.. 😱

Temen aku ada yang sakit kanker thyroid, gak sabaran di medis, tertarik berobat ke dia.
Tau ga, berapa maharnya?
30juta!
Tahun dua ribu sekian-sekian.
Akhirnya temenku berobat ke Ghuang Zhou juga. Tuntas pengobatan medisnya.
Alhamdulillah, survive sampe sekarang.

===

Kalo mau ruqyah mahh Ruqyah mandiri aja, yaa…. untuk menjaga kemurnian Tauhid.

Kerjain sendiri. Gampang koq. Ambil wudhu, sholat sunnah muthlaq dua rokaat. Taubat.

Setelah itu baca Quran, satu juz keq, dua juz keq. Selesai baca Quran, angkat tangan, berdoa minta apa aja sama Allah. Tutup doa dengan sholawat. Terus tiup telapak tangan, lalu usap-usapin ke seluruh badan dari kepala sampai kaki. Lakukan dengan penuh keyakinan, mudah banget bagi Allah menyembuhkan penyakit.

===

Janganlah kita jadi kalap hanya mengejar target kesembuhan semata. Tapi pikirkan juga, Allah ridho nggak πŸ€”πŸ’­ dengan pilihan ikhtiar yang saya tempuh ini?