Tulisan ini bukan tentang manusia. Tapi tentang passion kulinerku, yang suka atau tidak suka, harus berubah. Dulu bebas makan apa aja. Sekarang beberapa jenis makanan sudah harus jadi mantan. Dengan alasan kesehatan.

Nomer satu yang jadi mantan adalah gula sederhana. Seperti gula pasir, dan semua makanan dan minuman yang manisnya dari gula rantai kimia pendek. Roti manis, kue kalengan, termasuk kue lebaran.

Nasi putih, boleh, tapi sedikit, maksimal 3 sendok makan. Nasi merah, coklat, hitam, yang kaya serat, boleh, agak banyakan. Singkong, boleh bebas.

Lemak trans, dari mentega, margarin, butter, minyak sawit, semua harus jadi mantan. Kalo terpaksa menggoreng, menumis, gunakan minyak zaitun atau minyak kelapa jadul atau VCO.

Makanan yang dibakar, dioven, seperti sate, steak, pizza. Atau digoreng sampai agak gosong. Juga harus dihindari. Lebih aman makan yang dikukus, atau direbus.

Setahun ke sini, kuat tahan godaan. Kecuali satu: Nasi Kapau. Sebulan sekali masih aja, sakaw. Susah move on. Ya saya makan. Dengan sukacita, bahagia, bersyukur. Lepas. Bukan dengan rasa bersalah.

Sebelum Ramadhan saya lebih banyak berpuasa. Mengqodho hutang puasa dua Ramadhan (masa pengobatan 2018-2019). Buka puasa makan kurma sebutir aja udah kenyang. Ga napsu pingin makan macem-macem. Puasa juga bikin badan saya lebih rileks. Gampang pules abis sholat isyaa. Alhamdulillah.

Autophagy adalah proses ketika sel-sel pada tubuh kita mengeluarkan racun dan menggantikan racun-racun dengan memperbaiki diri mereka sendiri. Ya, dalam sistem autophagy, pemeliharaan tubuh digunakan untuk mengidentifikasi dan membuang bagian sel yang rusak.

So, puasa adalah pilihan terbaik ketika saya ingin tetap sehat. Semangaat. πŸ’ͺ😊