Barusan melipir baca blog seorang vlogger, influencer muda, muslimah berhijab, sekolah di Eropa dan mengaku menemukan cahaya Islam di benua empat musim ini. Saya tertarik nonton ulasan-ulasannya dan belajar melihat sampai di halaman berapa dia memahami opini-opini pribadinya yang berkenaan dengan agamanya.

Yang menarik ketika di channel youtube-nya dia bahas poligami, yang menurut pengakuannya, dia sendiri masih gagal paham dengan kepala keluarga yang memilih poligami. Saya memahaminya sederhana, ini adalah tentang pilihan, silakan aja. Sudah ada aturan mainnya dalam Al Quran. Mereka melanggar aturan, ya mereka dapat perhitungan-Nya sendiri. Mereka nurut aturan, yang untung mereka sendiri.

Dan yang hari ini saya baca di blognya, agak ngagetin, dengan pilihan kata-kata yang aduh gimanaa gitu, dia cerita amarahnya, luka batinnya terhadap ibunya sendiri, ibu kandungnya!

Sempfet tahan napas, degdegan, sedih banget saya membaca kalimat demi kalimat.

Ya Rabb….

Saya bukan anak yang baik bagi kedua orangtua saya, tapi mempublish kejelekan-kejelekan orangtua sendiri di medsos atau blog pribadi?
Apa dia gak punya rasa takut azab Allah swt? Apa dia gak tau, masih ada pilihan, mendoakan ampunan untuk kedua orangtuanya, untuk mengubah segalanya lebih baik? Apa belum sampai bab birulwalidain, pelajaran agamanya?

Saya tinggalkan komentar di blognya, “Semoga Allah swt melimpahkan kekuatan, pertolongan, untuk mengobati luka batinnya, dan berdamai dengan takdirnya.” dan sampai saat ini belum di-Approve.

Kita memang tidak bisa memilih keluar dari rahim siapa. Tapi kita bisa memilih perlakuan apa yang akan kita berikan untuk dia yang mengandung kita selama 9 bulan, dan darahnya pun kita hisap dalam bentuk air susu. Sehebat apapun kebaikan kita persembahkan untuk orangtua, bahkan kita bayar nyawa pun untuk memuliakannya, belum cukup membalas jasa mereka.

Saya mendatangi kedua putri saya yang sedang belajar di dalam kamarnya, entah belajar, entah bersenang-senang ngobrol online. Saya pelukin, usap-usap, bilang minta maaf kalo saya belum bisa jadi ibu yang ideal bagi mereka. Mereka bingung dong. Nih ibuknya kenapa si. Ya pokoknya ibuknya minta maaf dan ridho sama mereka berdua, semoga Allah pun ridho.