Pernah dapat cerita dari seorang guru Quran, tiga bulan lalu, bahwasanya:

Orang-orang yang bersedia meluangkan sumber dayanya (waktu, tenaga, pikiran, uang) untuk belajar Al Quran, padahal mereka punya kesibukan, peran-peran dengan tanggung jawab yang luarbiasa, mereka ini adalah orang-orang pilihan. Allah swt yang telah memilih mereka untuk berada di majelis Kitabullah.

Tapi…

Tapi kemudian, di antara mereka, ada yang mundur di awal perjalanan, atau di tengah-tengah ketika pelajaran sudah terasa sulit dan beban tugas makin banyak, bentrok dengan prioritas utama. Ada yang Allah uji dengan sakit berat, atau oleh sebab yang lain.

Ada juga yang lalai, terlena oleh godaan dunia.

 

Sebagian dari mereka ini kemudian merasa kosong, hampa, dan rindu bahagia bersama majelis Quran, hingga kemudian memutuskan: kembali berjamaah. Back for good, in syaa Allah.

Ada juga yang meski terasa berat bagi mereka, terseok, tertatih, tersandung, jatuh, bangkit, jatuh lagi, terjerembap, babak belur, dengan sisa kekuatan, bangkit lagi, berusaha tetap berada di dalam barisan orang-orang pilihan tersebut.  Karena mereka merindukan ampunan-Nya, mereka merindukan surga-Nya, mereka merindukan melihat kemahaindahan wajah-Nya.

Wahai diriku… engkau mau di golongan mana?