Mengamalkan Tajwid Al Quran hukumnya fardhu’ain.

By : ‘Afiyah Salma Lathifah (Fifi Sofida).

Bismillah.

Cuma mau ‘ngingetin manteman yang sedang di puncak semangat hijrah. Nyimak kajian tematik setiap hari, itu bagus, dan penting. Namun jangan lupa, beri prioritas perhatian juga pada bacaan Quran kita.

Ni… saya kasihtau yaa.

Belajar teori tajwid hukumnya fardhu kifayah. Sedangkan mengamalkannya, yakni membaca Al Quran dengan tartil, sesuai kaidah tajwid, hukumnya FARDHU ‘AIN. 😊

Dalilnya?

Pertama:
Al Quran Surat Muzzammil ayat 4. Kita diperintahkan membaca Al Quran bukan hanya secara perlahan-lahan, tapi juga mempehatikan hukum-hukum bacaannya.

Kedua:
Rasulullah saw bersabda:

زين القرآن بأصواتكم

“Hiasilah Al Quran dengan suara kalian.” – Hadits Riwayat Abu Dawud & An Nasa’i

Ketiga:
Para Ulama Salaf dan Kholaf SEPAKAT tentang wajibnya mengamalkan Tajwid Al Quran.

Imam Ibnu Al Jazari berkata:
والأخذ بالتجويد حتم لازم
من لم يصحح القران آثم
لأنه به الإله أنزلا
وهكذا منه إلينا وصلا

“Membaca Al Quran dengan tajwid itu hukumnya wajib. Siapa yang tidak membetulkan bacaan Al Qurannya, berdosa. Karena Allah menurunkannya dengan tajwid. Dan demikianlah Al Quran dari-Nya sampai kepada kita.”

Kesalahan-kesalahan yang fatal yang sering terjadi adalah:

1️⃣ Tidak sesuai makhraj / tempat keluar huruf.
2️⃣ Panjang pendeknya huruf yang dibaca.

Contoh:

1. Nun masih suka ketuker dengan Ba’
2. Jim masih suka ketuker dengan Kho’
3. Hamzah masih berbunyi ‘Ain atau sebaliknya.
4. Tidak ada huruf mad, dibaca panjang. Atau sebaliknya, ada huruf Mad tapi diabaikan, nyelonong bae.

Kenapa ini disebut kesalahan fatal? Karena bisa mengubah artinya. Makanya di atas tersebut, Imam Ibnu Al Jazari berfatwa, siapa yang tidak mau membetulkan bacaannya, berdosa.

Apa saja Keutamaan / Manfaat / Reward / Penghargaannya, ketika membaca Al Quran dengan mempraktekkan tajwidnya?

Setidaknya ada 5 benefitnya.

1️⃣ Mendapat syafaat pada hari Kiamat.
2️⃣ Merupakan amalan terbaik.
3️⃣ Mendapat derajat yang tinggi, bersama malaikat mulia kiromil baroroh.
4️⃣ Mendapat Sakinah (ketenangan, ketentraman, kedamaian, kecukupan) dan Rahmat.
5️⃣ Mendapatkan anugerah terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pernah ga, kita merasa sudah rajin baca Quran tapi masih sering galau, sering sedih, sering erosi-inyong, gangguan kesehatan, kecemasan.
Pirtinyiinnyi: Yakin bacanya sudah dengan tajwidnya juga? 😊

Tidak cukup hanya dengan bergabung komunitas hijrah, yang ustadz-ustadznya beken materi kajiannya keren. Tapi…

Tapi belum peduli, belum mau berkorban untuk mengamalkan tajwid Al Quran.

Kalo bacaan alfatihah saja masih salah makhraj dan panjang pendeknya masih nyelonong-nyelonong, shalatnya beresiko jadi tidak sah. Silakan tabayyun guru ngajinya. Bener ga, apa yang saya tulis.
Saya pernah belajar di Lembaga Tahsin bersanad. Sanggar Quran Mardani Lima, lulus pra-tahfidz. Setahun lebih menjalani pengobatan medis kanker, rindu duduk di halaqoh, maka mendaftarlah di Utsmani, lokasi Condet. Bersanad juga, lebih senior dari SQM. Saat ini saya masuk level 5. Talaqi dengan guru bersanad. Ma Syaa Allah tabarakallah.

Sama sekali tidak bermaksud menyombongkan diri. Tapi ngasih bukti. Saya nggak cuma nyuruh-nyuruh aja bisanya. Tapi saya lakukan dulu. Saya contohin dulu. Lead by example.

Kajian tematik jumlahnya ribuan di youtube, kalo ketinggalan bisa saya simak ulang, sambil masak, sambil nyetrika, sambil bebenah rumah. Cukup sepekan sekali hadir duduk di halaqohnya, untuk silaturahim, atau jika perlu bertanya pada ustadznya. Sedangkan belajar tajwid harus talaqi, face to face, dikoreksi langsung, realtime. Penting juga ini, saya priooritaskan, saya bela-belain.

Kelak, di akherat, kalo ditanya, bagaimana kualitas bacaan Quran-mu? Saya jawab apa? Padahal telah sampai ilmunya, bahwa hukum membaca Al Quran dengan tajwid itu, fardhu ‘ain. Padahal banyak lembaga tahsin bersanad. Padahal banyak guru-guru bersanad. Saya jawab apa?

 

Yuk sama-sama, sediakan prioritas, waktu, tenaga, pikiran, semangat, kesabaran, dan sebagian harta kita, untuk terus belajar memperbaiki bacaan Al Quran kita. Wallahu’alam bish showab. Wallahu muwafiq. 🤲