Refleksi JUJUR Ngaji Online Seumur Jagung. (Semoga setelah membacanya konsisten ya, tidak baper, tidak playing victim). 😊

Sudah cukup banyak yang memuji-muji selangit. Bagianku penyeimbangnya.

Kata hatiku, sudah cukup. Jangan diteruskan. Sudah terlihat ketidakseimbangan dan inkonsistensi di sana-sini. Ambil saja pelajarannya.

Pertama. Guru memang berhak menentukan metode pengajarannya. Guru berhak membuat aturan sekehendaknya. Guru berhak menuntut fokus, perhatian, waktu, energi, pengorbanan, penghormatan selebay apapun, dengan dalih demi keberkahan ilmu.

sigh… (menghela napas)

Kedua. Jangan banyak cakap tentang wara’ ketika kita sendiri masih belum bisa meninggalkan hobi menghabiskan waktu bersosmed, postingan cari perhatian, dan menunda-nunda hal yang lebih penting (mengoreksi tugas, misalnya). Jejak jempol digital itu kejam, mbak.

Ketiga. Konsistenlah materi dengan judul kegiatan. Judulnya tahsin talaqi tapi load-nya talaqi cuma 20% wong 10x pertemuan baru sampe Tsa, itu pun belom pada mateng benar. Yang 80%nya ngaji kitab, bikin catetan, bolak-balik revisi catetan, murid diudag-udag deadline kumpul jam 7, setor revisi dalam 36 jam setelah dikoreksi, Lahh giliran kite udeh bela-belain nyetor cepet, gurunya santuy, empat hari japrian dicuekin. Padahal nyetatus di medsos sempfet.

Kalo kompetensinya tahsin talaqi ya udalah sudah fokus aja di situ. Ngaji Kitab mahh di kanal yutup banyaak, pembahasannya lebih komprehensif, yang mengulasnya Kiai, Duktur, minimal S1 Syariah. – Sedangkan tahsin talaqi kan perlu tatap muka tatap kaca, berulang-ulang, intensif.

Kemarin saya mau diajak gabung karena saya pikir gurunya kompeten tahsin-talaqi.

Keempat. Murid harus belajar berpikiran terbuka, tidak taklid buta karena motiv keberkahan ilmu saja, harus belajar memandang segala sesuatunya dalam “helicopter view” dan berpikir secara kritis.

Kelima. Manusia yang merdeka itu, tauu apa yang dia mau, berani tegas, ambil keputusan cepat, tindakan untuk mencapai tujuannya. Banyak jalan meraih keberkahan ilmu. Banyak guru yang bisa ditemui untuk belajar lebih banyak hal lebih mendalam. Hidup ini Pilihan.

Keenam. Tidak selamanya kita dibutuhkan orang. Suatu saat kita yang membutuhkan orang lain. Pasti. Jangan tengil. Jangan sok penting. Berlaku adillah. Berempatilah. Mempermudahlah.