Gaiss, paralel nyimak acara virtualnya LBQ Utsmani, di henpon yang satunya lagi saya juga belajar (latihan ulang) Visualisasi, karena keduanya sama-sama penting.

Ketika harus praktek maka terpaksa mute volume zoom Utsmani agar bisa lebih berdaya di kelas Mindful Breathing & Visualizing.

Visualisasi itu berbeda dengan menghayal. Visualisasi banyak dilakukan atlit interneisyenel, memunculkan gambar kemenangannya sebelum bertanding. Visualisasi juga bisa digunakan untuk sehari-hari, sebelum meeting misalnya.

Paradigmanya, visualisasi menyempurnakan tindakan, usaha, ikhtiar. Kita mau hasil akhir yang kekgimana.

Kita bisa latihan visualisasi setiap kali berdoa, munculkan gambarnya, detil, kondisi yang diinginkan. Jika berhubungan dengan benda atau sebuah tempat, munculkan gambarnya tiga dimensi, empat dimensi, munculkan suaranya, baunya, sentuhannya, rasanya (dingin, hangat, panas, manis, asin, asam).

Jika berhubungan dengan sesama manusia, munculkan gambar orangnya, detil, suaranya, sentuhannya, wanginya, tatapannya.

Foto di bawah ini adalah hasil latihan visualisasi saya, antara tahun 2010-2012 (saya lupa tepatnya kapan). Alhamdulillah terwujud Januari 2017.

Betul, kita butuh rileks dulu, untuk menyempurnakan visualisasi. Waktu terbaik visualisasi, saat berdoa. When you visualize, you materialize. Ma Syaa Allah tabarakaLLah. 💖