Against Covid19

By: ‘Afiyah Salma Lathifa

Baca or dengar cerita teman-teman yang keluarganya pernah swab positip, saya pen sotoy aja menyimpulkan, si kopit ini nyata makhluk Allah, dia hanya menginfeksi dan berpengaruh level moderate to extreme, atas ijin Allah, atas kehendak Allah.

Teman saya penyitas Ca, sekeluarga dites swab, suami dan anak-anaknya positip, diana malah negatip, padahal ya ngurus suami dan anak-anak juga.

Saya percaya kita semua masih setia taat protokol. Kalo nggak mendesak banget, di rumah aja. Rajin mandi, rajin cuci tangan. Kalo terpaksa keluar rumah, jaga jarak, pakai masker dengan benar, bahkan lapis face shield juga. Ma Syaa Allah keren. 👍 ya memang harus gitu, ikhtiar mah yang terbaik.

Makan yang bergizi, bila perlu minum suplemen, vitamin. Olah raga, berjemur, dan bersenang-senanglah. Berbahagialah. Tertawalah. Pilih teman, bacaan, podcast, dan tontonan yang menghibur.

Wahai diriku…

Berpuasalah, selain berpahala, juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan fisik mental. Orang berpuasa biasanya lebih mudah sabar, rileks, woles. Apalagi dia tambahin porsi baca Quran. Lebihin 2-3 halaman dari biasanya. Abis baca Quran, doain deh, orang-orang yang kita sayangi, yang kita kenal, yang sakit, yang kesusahan. Mohonkan perlindungan. Mohonkan kekuatan dan pertolongan.

Wahai diriku…

Bersedekahlah, baik secara diam-diam atau syiar. Dan bertaubatlah, mohon ampunan Allah setelahnya.

Kalo semua ikhtiar ini sudah konsisten dilakukan dengan komitmen, istiqomah. Qadarullah masih kenak juga. Orang beriman itu keren. Dia pasti bisa ridho dan bersangka baik kepada Allah, ada hikmah dan hadiah luarbiasa sepaket bersama Qadha-Nya. La haula wa la quwata illa biLLaah. Alhamdulillah ‘ala kulli haal. 🤲

Menulis, menenangkan diri sendiri.