Awalnya ngeliat foto ini perasaan emaknya campuraduk, antara cemas, takut, kuatir, dan bahagia, bangga melihatnya berkhidmat pada dunia kesehatan.

Kami masih bersama satu rumah. Sejak menjadi relawan, anak ini ijin tidak salim cium tangan ketika pamit dan pulang dinas. Bahkan masuk kamar orangtuanya pun bila benar² urgent, abis mandi, hanya lewat sekejap, dan tetap menjaga jarak. Ngobrol lewat grup WA, atau di kendaraan ketika ayahnya mengantar menjemputnya. Dalam keadaan bermasker.

Sekarang emak hanya mampu pasrah berserah memohonkan perlindungan Dzat Pemilik hidup, atas dirinya dan keluarga, serta kita semua… dari gangguan penyakit berbahaya.🤲🤲