===

Adab menuntut ilmu dari sedikit yang kami pahami dari kajian-kajian kanal youtube yang mengulas kitab Ta’lim Muta’allim. Serta aplikasinya dalam KBM daring.

Mulai dari goal setting. Tujuan belajar mau capai/raih apa. Sekedar lulus, nilai bagus, dapet sertifikat, atau cuma latah, ikut-ikutan, letupan emosi euphoria sesaat. Atau karena ngga enak ama temen yang ngajak.

Tujuan ini mempengaruhi komitmen. Semakin jelas semakin besar tujuannya, biasanya akan berbanding lurus dengan komitmen belajarnya, daya tahannya, daya juangnya.

Komitmen, baik terhadap ilmu maupun terhadap pemilik ilmu (guru), akan mempengaruhi keberkahan dari ilmu yang didapat. Berkah adalah kebaikan yang bertambah-tambah. Bukan sebatas menjadi pintar.

Contoh, dari hal kecil dulu, kehadiran. Adabnya, kita (murid) yang datang lebih awal, bukan kebalik (guru yang nungguin murid kumpul).

Contoh kedua masih tentang KBM daring ya, permintaan ijin absen / tidak hadir, sebaiknya japri gurunya, jangan pamit absennya di grup karena kalimat ijin itu berpotensi melemahkan semangat murid lain. Pamitannya juga usahakan beberapa jam sebelum kelas mulai.

Semakin ikhlas niat sesemurid,  tidak akan mengganggu semangatnya, mau naik kelas atau tidak, mau nilainya bagus atau tidak, mau sekelas dengan karibnya atau terpisah,  mau ditempatkan di kelas mahir atau pemula. 

Membaca Basmalah sebelum belajar, dan selalu perbaiki niat belajar, mau apa, untuk apa, ntuk siapa, karena apa. Jangan sampeee kita udah cape-cape belajar, cuma dapet tambahan pengetahuan doang. Padahal menuntut ilmu syar’ie itu pahalanya setara dengan Jihad Fi SabiliLLaah, sehingga kalau pun wafat dalam prosesnya mendapat pahala mati syahid. Maka memperbarui niat ini menjadi penting.

Setiap guru memiliki cara, gaya, dan aturan yang berbeda-beda.

Kami punya seseguru yang ngasih syarat minimal jumlah yang hadir 8 orang, baru beliau mulai pelajaran. Maka pastikan kita murid saling menguatkan semangat dan saling mengingatkan hadir tepat waktu ya. Guru seperti ini melatih adab, akhlak, dan team work. Tidak sebatas mengajar.

Ada guru yang membatasi keterlambatan. Telat 5 menit, hanya boleh menyimak hening, tidak diperkenankan mengikuti quiz atau latihan-latihan.

Ada guru yang membatasi jumlah ketidakhadiran selama satu semester paling banyak 3 kali, sebagai syarat mengikuti ujian evaluasi belajar.

Syaikh Zarnuji berpendapat, keberkahan ilmu juga bisa diraih lewat ridhonya pemilik ilmu (guru). Kita sebagai murid sepatutnya mengetahui hal-hal yang membuat seorang guru ridho. Mulai dari komitmen kehadiran , fokus selama KBM, mengerjakan tugas tepat waktu, dan sebagainya.

Mengagumkan, takzimnya para santri di Jawa kepada assatidz dan ustadzaat. No wonder, gak heran lulusan pesantren itu banyak yang “jadi” orang besar, manusia yang bermanfaat luas dan hebat. Karena memang mereka keren banget dalam pengamalan isi kitab ini.

Memilih guru, hingga memilih teman, juga diulas dalam buku ini. Guru yang kekgimana? Dan apa hubungannya teman dengan keberkahan ilmu? Baca buku ini ya. ๐Ÿ˜€

Atau kajian lebih detilnya silakan manteman simak kanal berikut ini ya;

Semoga kita sama-sama dapat menyerap hikmahnya.