Pernah dapet curhatan, “Gue udah rajin sholat, ngaji, sedekah, tapi heran deh, makin gue taat kok makin hidup gue malah jadi susah ya, bisnis lari di tempat, suami meninggal, kanker gue perburukan. Rasanya pen nyerah aja deh.”

Manusiawi aja sih, wajar mengeluh, namanya juga orang lagi sakit parah. Kucoba caritau deh, harapannya apa. Rencananya apa. Bagaimana dia memaknai ujian hidupnya.

Dan gue oleng, kawan! πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

===

Manteman… hati-hati dengan Self-Talk, pikiran sendiri.

Selama kita masih beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, masih sholat 5 waktu, maka ketika mendapat ujian bertubi-tubi itu bukan azab namanya. Na’udzubillah.

Buat orang beriman, ini namanya ujian penyucian diri. Justru dikasih ujian karena ada rewardnya. Bukan kaleng-kaleng.

Kelak di surga, akan ada kejadian banyak orang yang iriiii melihat cluster istana ahli sabar. Mereka meminta kepada Allah, dikembalikan ke dunia, minta diberi ujian yang sama, tapi sudah tidak bisa. Game over, and the winner takes it all. πŸ†

Makna “ikhlas” itu aseliknya adalah kita beribadah (dalam makna yang luas yaa) harapannya cuma Ridho Allah, ampunan Allah, dan masuk surga.

Menerima dengan rela tanpa merasa terbebani, semua ketetapan Allah atas diri kita, itu namanya “ridho” …. Bukan ikhlas.

Tidak ada yang mudah, untuk mencapai derajat ridho/ikhlas. Sangat-sangat-sangat sulit sokalleee. Ngemeeng doaang, gampaang. πŸ˜€ Jalaninnya termehek-mehek.

Mulai dari sini dulu ya…

Kalo kita sholat ratusan rokaat, sedekah juta-jutaan, ngaji juz-juzan niatnya cuma buat, dapet jodoh, or tambah kaya, atau yang sakit supaya sembuh. Tiatiii jatohnya jadi syirik. Nanti pasti kecewa. Pasti kecewa. Kalau pun benar dikasih jodoh, dikasih kaya, dikasih sembuh, ya udah dapetnya sampe segitu doang, di dunia doang. End.

Tapi…

Setelah beribadah kemudian kita berdoa, mengangkat tangan, berdoa di waktu-waktu mustajab, di tempat mustajab. Memohon ampunan, ridho, aman dari azab kubur, aman dari siksa neraka, minta masuk surga, minta rasa cinta yang bertambah-tambah kepada Tuhan, Nabi SAW, kepada Al Quran, dan kepada orang-orang yang mencintai-Nya. Bait terakhir baru deh, minta urusan dunia. Mobil baru, rumah baru, kesehatan, bisnis lancar, dan sebagainya. Jangan kebalik.

Kaya itu, bonus. Jodoh itu bonus. Sembuh itu, bonus. Yang lebih utama dipikirin dikuatirin, adalah, dosa-dosa sudah diampuni belum, entar happy ending husnul khotimah kah, terbebas dari azab kubur kah, mendapat syafaat di hari kiamat kah, di Padang Mahsyar ternaungi kah. Wallahu’alam.

Terus bagaimana melepaskan kegalauan saat ini? Coba alihkan fokus pada hal-hal baru, hal-hal yang menarik, lakukan dulu hal-hal yang kita suka, berkebun, olahraga, masak resep baru, baca novel baru, pokoknya tetap sibuk, tetap bergerak, atau ngobrol retjehan yang bikin orang tertawa happy karena kegembiraan itu menular. Terbaik sih tetep yaa, sholat lagi, taubat, tadabur Quran, dzikir, sedekah. Amalan-amalan ini memang tidak menggaransi auto dapet solusi. Tapi paling tidak, hati jadi lebih tenang. Sakinah.

Semoga ridho dan segera mendapat jalan keluar terbaik yaa.

Ngomong sendiri, detoks kemumetan. Mau bobo, bentar lagi maghrib tapinya. Waktu mustajab.

Jumat, 7 Mei 2021 jam 17.30 wib.