Vonis kanker, dan menjalani masa terapi kanker yang panjang penuh kejutan, pasti meninggalkan trauma, kecemasan, dan ketakutan – ketakutan menghadapi masa depan.

Lumpektomi (operasi tumor) atau mastektomi (pengangkatan payudara) sedikit banyak mengubah kualitas hubungan pernikahan. Kebanyakan istri merasa insecure, kurang percaya diri karena ada bagian dari kecantikannya yang menjadi tidak lagi sempurna.

Baca juga; https://mbafi.wordpress.com/2021/10/25/mengatasi-insecurity-pasca-kanker/

Kemoterapi dan terapi hormon juga mengakibatkan efek samping menopause dini disertai dengan keringnya missviy, sehingga mengurangi kenyamanan dalam hubungan suami istri.

Trauma pasca berbagai terapi panjang melelahkan ini bahkan ada yang mengakibatkan istri menjadi frigid, tidak berhasrat sama sekali, dan ketika dipaksakan dengan alasan melaksanakan kewajiban, akhirnya menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.

Saya mencoba mengumpulkan berbagai tips mengelola trauma dan menjaga kualitas hubungan suami istri, berdasarkan pengalaman teman-teman penyintas kanker.

Risa bilang, “Bersyukur suami gue bukan tipe laki-laki yang concerned banget kecantikan fisik istrinya. Dia bisa nerima gue selama gue nggak kebanyakan ngeluh aja. Seminggu 2-3 kali hubungan, awalnya doang pake vigel, ke sininya udah biasa lagi. Gue rajin makanin buah nenas dan timun.”

Mbak Fenny pernah bisikin saya, “Fi… tiap hari aku minum Ultimate Water nya dokter Zaidul Akbar, mendingan lohh, missviy lebih lembab, sekarang tiap suami nyolek, kusambut Ya ya yaaa. Ha-ha.”

Sedangkan pengalaman saya sendiri, karena kudet (kurang update), kurangnya pengetahuan dan takut salah ambil tindakan, maka di bulan Desember 2019 sempat saya memilih konsultasi langsung bertemu tatap muka dengan dokter kebidanan kandungan. Beliau kasih resep obat untuk melembabkan missviy dan berpesan, “Ini hanya untuk pemakaian dua minggu, ya bu. Jangan tergantung obat. Tapi lakukan hubungan 2-3 kali sepekan. Kalo kurang, bisa kering lagi.”

Tadi malam saya mengikuti kelas Mindful Breathing-nya Bli Made Teddy Artiana, dan ada peserta menanyakan permasalahan yang sama. Bli Made Teddy menyarankan tiga solusi. Pertama, rutin berolahraga. Pilih olahraga yang paling disukai. Kalo suka menari, menarilah. Misalnya poco-poco. Saran kedua, stretching lembut. Ketiga, mindful breathing atau meditasi.

Baca juga tulisan saya di : https://www.qureta.com/post/cara-mudah-murah-meditasi-jaman-now

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca tulisan ini, dan terima kasih telah berkenan berbagi.

Semoga bermanfaat ya. Salam sehat, panjang umur, penuh berkah bermanfaat.

-Afiyah-