Category: PARENTING

Begini Demokrasi Dalam Keluarga Kami

Senin pagi mengantar si sulung menuju sesekantor untuk tanda tangan kontrak kerja. Baru sampai Pasar Sunan Giri, dia ngomong, “Barengan kantor yang ini, aku juga daftar di Dinkes, kerjaannya sama, cuma yang di Da**** lamanya 3 bulan karena selang seling 14 hari kerja 14 hari isoman. Sedang di Dinkes masuk terus, jadi cuma enam minggu. […]

Belajar Ridho dengan Pilihan Allah.

. Dulu aku pernah punya idealisme, anak-anakku harus sekolah di esde, esempe, esema terbaik, bilingual, gurunya native speaker. Qadarullah suatu masa kami harus hijrah dari Depok ke Rawamangun, dan biaya sekolah bilingual di tengah kota Jakarta saat itu benar-benar tak terjangkau oleh penghasilan kami berdua. Anak-anak pun masuk SDN, sekolah dasar negeri 01 Rawamangun (populer […]

Tolong Jangan Puji Kami

. Kalau manteman takjub membaca cerita keluarga kami… Tolong.. Tolong. Jangan puji anak kami. Jangan puji orangtuanya. Karena pujian-pujian itu bisa membinasakan. 😭😭😭 Naudzubillahi min dzalik. Pujilah Allah dengan kalimat “Ma Syaa Allah tabarakallah” Sungguh, ikhtiar kami tidak ada artinya sama sekali, tanpa hidayah dan pertolongan Allah. La haula wala quwata illa biLLah. Jika ada […]

Belajar dari anak sendiri, mengelola kekecewaan.

Jam 10 pagi sebuah pesan teks masuk, “Ayah, ibu, hasil seleksi S1 LIPIA sudah diumumkan. Qadarullah namaku nggak ada dalam daftar.” Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Aku langsung lari masuk kamarnya, memeluknya. Paham, tidak mudah perjuangan dua tahun di level i’dad lughowi sebagai syarat seleksi Program S1 Syariah universitas bergengsi afiliasi Riyad Saudi Arabia. Saya […]

Kegagalan ituu Vitamin

Kegagalan itu Vitamin. By: ‘Afiyah   Bukan nggak mau berempati. Tapi realistis aja. Kalo udah terkait kebijakan, apalagi ada bau politik. Yahhh emang biasanya rakyat bisa apa? Mengubah kebijakan? Lo jadi Luhut dulu.   Belajar dong, ngajarin anak menerima kekecewaan. Jadi orangtua juga belajar terus dong, rela menerima perubahan. Jangan mau jadi korban keadaan. Berdamai […]

Respon Anak-Anakku

Ini masih kelanjutan ulasan saya, “Orangtua adalah Takdir Anak.“ Anak-anakku penasaran dan mendesak, kenapa ibuknya mendadak masuk kamar, minta maaf dan nangis. Saya ceritain, shocked abis baca tulisan anak muda, muslimah, berhijab, travel vlogger, bloger, influencer, followernya banyak, cantik, pintar, mengaku menemukan cahaya Islam di Eropa, kuliah di Jerman….. (belum selesai saya ngomong), si ragil […]

Orangtua Adalah Takdir Anak

Barusan melipir baca blog seorang vlogger, influencer muda, muslimah berhijab, sekolah di Eropa dan mengaku menemukan cahaya Islam di benua empat musim ini. Saya tertarik nonton ulasan-ulasannya dan belajar melihat sampai di halaman berapa dia memahami opini-opini pribadinya yang berkenaan dengan agamanya.

sekilas tentang pola asuh

Kemarin dapet DM dari jeng Yumi Yulanda, mahmud yang saya kenal di sebuah lembaga tahsin, bertanya, “Gimana sih kiat-kiat, pola didik, motivasi ibu dan suami, mendidik kedua putri?” Kalo mau diceritain semua akan sangat panjang banget yaa, secara anak saya yang ragil saja umurnya sudah dua puluh tahun. Tapi saya coba ringkas dalam poin-poin intinya […]

Kedua Putriku

Duluu banget saya mahh selalu kagum sama pelajar dan mahasiswa berprestasi, dapet beasiswa, bisa sekolah ke jenjang lebih tinggi. Dan saya nggak pernah kepikiran, “Terang aja dia anak orang mampu. “

Spaghetti masakan kesayangan ibuk

Liburan happy bisa juga murmer koq. Nobar di kamar, pilem yang ada di youtube, dimasakin kesayangan, si sulung, spaghetti 🍝 yang super endeusss. Ma Syaa Allah.. Spaghetti terenak. Dimakan pas lagi laper-lapernya. Dan cuaca gerimis manjah. Sampe nambah seporsi. Ibuk ngga kepo resepnya. Ibuk seneeng tinggal lep. Makasih Kak πŸ’– Semoga Allah selalu melindungimu dari […]