Blog Archives

Tag: sabar

Mengatasi Rasa Insecure Pasca Kanker

Saya bergabung dua komunitas kanker yang 99% members nya perempuan. Saya juga mengelola satu komunitas khusus muslimah. Namanya juga perempuan, ini makhluk yang paling hebat di soal rasa. Salah satu rasa yang sama adalah, berkurangnya rasa percaya diri pasca operasi payudara. Motivasi terkuat itu datangnya dari dalam diri sendiri. Dan apa yang kita pikirkan, kita […]

Suplemen Hati

Dua hari terakhir lagi butuh banget suplemen hati, Alhamdulillah ‘nemu rekaman ceramah Ustadz Oemar Mita Lc, ngaji kitab Tadzkiatun Nafs Bab Niat. Beberapa linknya : Simpulan untuk diri saya : “Sakit, sehat, sedih, senang, semuanya adalah hak ALLaah” – ini mindsetnya orang beriman. Kita pernah mendengar cerita, ada orang yang komitmen disiplin menjalani gaya hidup […]

Dokter Rini Julianty

Kalo ditanya kejadian apa yang paling berkesan dalam hidupku, pasti kujawab: Haji. Berangkat sepekan pasca kemoterapi kelima, dalam keadaan 2L2B. Lemah, letoy, belekan, bisulan, efek samping kemoterapi. H-1 wukuf, naik bus ke ‘Arofah, masuk tenda, dan aku pun jatuh pingsan, kena heatstroke. Pasien kemoterapi memang darahnya kental. Jadi sehari minum 3 liter pun, dengan cuaca […]

Suplemen Hati

Dua hari terakhir lagi butuh banget suplemen hati, Alhamdulillah ‘nemu rekaman ceramah Ustadz Oemar Mita Lc, ngaji kitab Tadzkiatun Nafs Bab Niat. Beberapa linknya : Simpulan untuk diri saya : “Sakit, sehat, sedih, senang, semuanya adalah hak ALLaah” – ini mindsetnya orang beriman. Kita pernah mendengar cerita, ada orang yang komitmen disiplin menjalani gaya hidup […]

Kacamata Kuda

Di kelurahan mana pun kita tinggal, di komunitas mana pun kita gabung, di platform medsos mana pun, akan selalu ada orang-orang yang mispersepsi dengan pekerjaan kita. Ciri-cirinya, mulai dari gaya berkomentar, “Ah ngapain sih, buat apa ngelakuin itu, ga usah neko-neko lah.” Sampai kenyinyiran, “Jelek amat, gak pantes,” Tapi nggak ngasih solusinya. Copas prinsip beberapa […]

Kacamata Kuda

Di kelurahan mana pun kita tinggal, di komunitas mana pun kita gabung, di platform medsos mana pun, akan selalu ada orang-orang yang mispersepsi dengan pekerjaan kita. Ciri-cirinya, mulai dari gaya berkomentar, “Ah ngapain sih, buat apa ngelakuin itu, ga usah neko-neko lah.” Sampai kenyinyiran, “Jelek amat, gak pantes,” Tapi nggak ngasih solusinya.

Orang Yang Tidak Peduli Pandemi itu Egois.

Kenapa sih, aku belum berkenan terima tamu? Kenapa aku masih menolak undangan kopdar, kondangan, bahkan acara kumpul-kumpul skala kecil dua-tiga orang? Kenapa aku hanya berani makan di resto sepi di pagi hari sebelum jam makan siang? Kenapa aku masih kuat menahan diri tidak traveling, padahal godaan tiket pesawat dan hotel banting harga gokil? Kenapa aku […]

Jumat Dhuha

Ngomong Sendiri Sambil Nge-Teh. 🍵 🍵 Saya “orang” teknik, orang logika, mungkin ada pengaruhnya dalam hal menerima berita bahkan nasehat. Kalo belum ‘nyambung dengan nalar saya, tidak bisa auto taklid sami’na wa atho’na. Namun demikian, nggak ada juga kepikiran menghujat ustadz-ustadz yang saya tidak setuju pendapatnya. … Kenapa? Mereka belajar agama kemana-mana, S1nya syariah, ada […]

Drakor

Aku termasuk orang yang gampang terpengaruh ulasan orang lain, walaupun tergantung ulasannya juga. Kalo cuma bilang, “Bagus, bagus.” Ga ngefek. Malah jadi inget mukanya pak Tino Sidin. Apalagi kalo cuma nyeritain sisi love story-nya doang. Malesin. Cinta, keromantisan, ketika pasangannya masih muda, kuat, enerjik, cerdas, cakep, kinyis-kinyis, itu mah biasa. Kisah cinta yang menarik bagi […]

Belajar dari anak sendiri, mengelola kekecewaan.

Jam 10 pagi sebuah pesan teks masuk, “Ayah, ibu, hasil seleksi S1 LIPIA sudah diumumkan. Qadarullah namaku nggak ada dalam daftar.” Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Aku langsung lari masuk kamarnya, memeluknya. Paham, tidak mudah perjuangan dua tahun di level i’dad lughowi sebagai syarat seleksi Program S1 Syariah universitas bergengsi afiliasi Riyad Saudi Arabia. Saya […]